Kayu bengkirai sering jadi pilihan utama saat membangun teras, jembatan, atau pagar luar ruangan. Tapi banyak yang masih bertanya: kayu bengkirai benar-benar tahan cuaca? Jawabannya ya - tapi dengan syarat tertentu. Bukan karena kayu ini ajaib, tapi karena sifat alaminya yang memang dirancang untuk bertahan di iklim tropis seperti Indonesia.
Apa yang membuat kayu bengkirai tahan terhadap cuaca?
Kayu bengkirai berasal dari pohon Shorea laevifolia yang tumbuh di hutan Kalimantan. Kayunya padat, berat, dan mengandung minyak alami yang tinggi. Minyak ini berfungsi seperti pelindung alami: mencegah air menyerap terlalu dalam, menghambat jamur, dan mengusir serangga seperti rayap. Ini bukan kayu yang baru diolah - ini kayu yang sudah punya sistem pertahanan bawaan selama jutaan tahun.
Bandingkan dengan kayu jati yang juga dikenal tahan cuaca. Kayu bengkirai punya kepadatan lebih tinggi, sekitar 850-950 kg/m³. Itu artinya lebih sulit bagi air dan mikroorganisme untuk menembus serat kayunya. Uji laboratorium menunjukkan kayu bengkirai bisa bertahan lebih dari 25 tahun di luar ruangan tanpa perawatan khusus, asal tidak terendam air terus-menerus.
Perbedaan antara tahan cuaca dan tahan air
Jangan salah paham. Tahan cuaca bukan berarti tahan terendam. Kayu bengkirai bisa menahan hujan, sinar UV, dan perubahan suhu ekstrem - tapi tidak untuk genangan air. Jika Anda memasangnya di area yang sering terendam, seperti fondasi kolam atau dasar jembatan yang selalu basah, kayu ini akan membusuk perlahan. Ini bukan kelemahan kayunya, tapi kesalahan penerapan.
Di Samarinda, saya sering lihat orang memakai kayu bengkirai untuk lantai teras. Mereka tidak pernah mengecatnya, tapi tetap awet. Kenapa? Karena air hujan mengalir, tidak menggenang. Kayu ini kering lagi setiap hari. Itu kuncinya: sirkulasi udara dan drainase yang baik.
Bagaimana dengan sinar matahari dan perubahan warna?
Kayu bengkirai yang baru dipotong berwarna kuning kehijauan. Tapi kalau terkena sinar matahari langsung, warnanya akan berubah jadi abu-abu perak dalam waktu 6-12 bulan. Ini bukan tanda kerusakan. Ini proses alami seperti kayu jati yang berubah jadi perak. Banyak orang justru suka tampilan abu-abu itu - terlihat alami, elegan, dan tidak perlu diwarnai ulang.
Jika Anda ingin mempertahankan warna aslinya, Anda bisa gunakan pelapis berbasis minyak alami seperti tung oil atau teak oil. Tapi ingat: pelapis ini perlu diaplikasikan ulang setiap 1-2 tahun. Kalau Anda tidak mau repot, biarkan alam yang bekerja. Kayu bengkirai tetap kuat meski berubah warna.
Apakah perlu diawetkan secara kimia?
Kayu bengkirai kelas I - artinya paling awet - tidak perlu diawetkan dengan bahan kimia. Ini berbeda dengan kayu kelas III atau IV yang rentan terhadap serangga. Kayu bengkirai yang asli dan berkualitas tinggi sudah punya perlindungan alami yang cukup.
Tapi hati-hati: banyak penjual yang menjual kayu bengkirai palsu atau campuran. Kayu yang sebenarnya berasal dari Kalimantan punya ciri khas: seratnya lurus, berat saat diangkat, dan berbau ringan seperti kayu kering. Kalau kayunya ringan, berbau amis, atau mudah diukir dengan pisau, itu bukan kayu bengkirai asli.
Untuk memastikan Anda dapat yang asli, minta sertifikat dari hutan yang sah atau beli dari supplier yang bisa menunjukkan asal kayunya. Di Kalimantan, ada sistem sertifikasi FSC yang menjamin kayu bengkirai berasal dari hutan yang dikelola berkelanjutan.
Perbandingan dengan kayu lain untuk luar ruangan
| Kayu | Kelas Awet | Tahan Rayap | Tahan Air | Perawatan | Harga (per m³) |
|---|---|---|---|---|---|
| Kayu Bengkirai | I | Sangat Baik | Baik (jika tidak terendam) | Rendah | IDR 8.500.000 - 11.000.000 |
| Kayu Ulin | I | Sangat Baik | Sangat Baik | Sangat Rendah | IDR 15.000.000 - 20.000.000 |
| Kayu Jati | I | Baik | Baik | Rendah | IDR 12.000.000 - 16.000.000 |
| Kayu Meranti | III | Rendah | Kurang Baik | Tinggi | IDR 4.500.000 - 6.000.000 |
| Kayu Pinus | IV | Sangat Rendah | Jelek | Sangat Tinggi | IDR 3.000.000 - 4.000.000 |
Perhatikan bahwa kayu ulin lebih tahan air daripada bengkirai - tapi harganya hampir dua kali lipat. Jika Anda butuh kekuatan maksimal dan tidak punya batasan anggaran, ulin adalah pilihan premium. Tapi untuk kebanyakan proyek rumah, bengkirai sudah lebih dari cukup.
Bagaimana cara merawat kayu bengkirai agar awet?
Jika Anda ingin kayu ini bertahan 30 tahun atau lebih, ikuti tiga prinsip sederhana:
- Jangan biarkan terendam. Pastikan ada jarak minimal 5 cm dari tanah atau permukaan basah. Gunakan bantalan beton atau besi tahan karat.
- Biarkan kering. Jangan tutup kayu dengan terpal atau plastik. Kayu butuh sirkulasi udara. Jika terlalu lembap, jamur bisa tumbuh di permukaan - meski tidak merusak struktur.
- Bersihkan secara rutin. Setiap 6 bulan, sikat permukaan dengan air sabun dan air bersih. Hindari mesin semprot bertekanan tinggi - bisa merusak serat kayu.
Jangan pakai cat atau vernis berbahan dasar kimia. Mereka akan mengelupas dalam 1-2 tahun dan membuat kayu lebih rentan. Jika Anda ingin perlindungan ekstra, gunakan minyak alami sekali setiap 2 tahun - itu saja.
Kenapa banyak orang salah pilih kayu bengkirai?
Kesalahan paling umum adalah membeli kayu bengkirai yang sudah terlalu lama disimpan atau tidak dikeringkan dengan benar. Kayu yang baru ditebang harus dikeringkan selama 6-8 minggu di tempat teduh sebelum dipakai. Kalau tidak, kayu akan menyusut, retak, atau bahkan melengkung setelah dipasang.
Saya pernah lihat satu proyek di Pontianak yang gagal karena kayu bengkirai langsung dipasang dari truk. Dalam 3 bulan, lantai teras melengkung dan berbunyi krek-krek. Itu bukan karena kayunya jelek - tapi karena prosesnya salah.
Kayu bengkirai bukan kayu yang bisa langsung dipakai begitu saja. Ia butuh waktu untuk beradaptasi. Seperti orang yang pindah ke kota baru - butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Kayu pun sama.
Kapan sebaiknya tidak memakai kayu bengkirai?
Ada beberapa situasi di mana kayu bengkirai bukan pilihan terbaik:
- Untuk fondasi bangunan yang langsung bersentuhan dengan tanah lembap - gunakan beton atau baja tahan karat.
- Di area dengan kelembapan konstan seperti kamar mandi atau kolam renang - kayu ini bisa menyerap uap air dan membusuk dari dalam.
- Jika Anda ingin warna cerah dan tidak mau berubah - pilih kayu olahan atau komposit.
Kayu bengkirai adalah pilihan untuk yang menghargai kekuatan alam, bukan untuk yang ingin kesempurnaan tanpa perawatan. Ia tidak sempurna - tapi ia sangat andal.
Apakah kayu bengkirai ramah lingkungan?
Jika dipanen secara berkelanjutan, ya. Pohon bengkirai tumbuh di hutan primer Kalimantan, dan pohonnya bisa hidup hingga 100 tahun. Tapi karena permintaan tinggi, banyak hutan yang dieksploitasi secara ilegal.
Pilih kayu bengkirai yang bersertifikat FSC atau LSM lokal seperti WALHI yang memantau penebangan. Kayu yang legal biasanya lebih mahal 10-15%, tapi Anda tahu Anda tidak mendukung perusakan hutan. Dan itu lebih berharga daripada uang yang hemat.
Apakah kayu bengkirai bisa dipakai untuk lantai rumah?
Bisa, bahkan sangat direkomendasikan untuk lantai teras, balkon, atau dek. Kayu ini tahan gores, tidak licin saat basah, dan tidak mudah retak. Pastikan pemasangannya dengan jarak antar papan agar air bisa mengalir. Hindari pemasangan di dalam ruangan yang lembap seperti kamar mandi.
Berapa lama kayu bengkirai bisa bertahan di luar ruangan?
Dengan perawatan minimal dan tidak terendam, kayu bengkirai bisa bertahan 25-35 tahun. Beberapa proyek di Sumatera dan Kalimantan yang dibangun tahun 1990-an masih berdiri hingga sekarang. Ini lebih lama dari kebanyakan material sintetis yang diiklankan sebagai "awet seumur hidup".
Apa tanda kayu bengkirai palsu?
Kayu bengkirai palsu biasanya lebih ringan, warnanya tidak merata, dan seratnya tidak lurus. Kalau Anda bisa menggoresnya dengan kuku, itu bukan bengkirai asli. Juga, bau aslinya ringan dan kayu, bukan amis atau kimia. Selalu minta sampel sebelum membeli dalam jumlah besar.
Apakah kayu bengkirai lebih baik dari kayu komposit?
Kayu bengkirai lebih alami, lebih kuat, dan lebih mudah diperbaiki. Kayu komposit tidak retak, tapi mudah mengalami perubahan warna dan bisa pecah jika terkena benturan keras. Jika Anda ingin tampilan kayu asli dan tidak takut perawatan rutin, bengkirai adalah pilihan lebih baik. Komposit lebih cocok untuk yang ingin nol perawatan, tapi dengan harga lebih mahal dan kualitas yang sering tidak sesuai janji.
Di mana bisa dapat kayu bengkirai asli di Kalimantan?
Cari supplier yang terdaftar di Dinas Kehutanan Kalimantan Timur atau Kalimantan Selatan. Beberapa toko di Samarinda, Balikpapan, dan Banjarmasin menjual kayu bengkirai bersertifikat. Jangan percaya penjual yang hanya menawarkan harga murah tanpa bisa menunjukkan asal kayu. Kayu asli tidak bisa dijual murah karena biaya penebangan dan transportasinya tinggi.
maulana kalkud
bro, bengkirai emang jagoan, tapi jangan sampe beli yang abal-abal. Saya pernah beli dari pasar, ternyata campuran meranti. Dalam 6 bulan udah keropos di sana-sini. Nyesek banget, uang habis, kerjaan juga berantakan. Selalu minta sampel dulu, jangan percaya kata-kata penjual!
Tulis komentar