Kayu bengkirai sering jadi pilihan utama saat membangun rumah, teras, atau jembatan di Indonesia. Tapi banyak yang masih bertanya: apakah kayu bengkirai benar-benar awet? Jawabannya ya-tapi dengan syarat. Kayu ini bukan sekadar kayu biasa yang tahan lama tanpa perawatan. Ia punya kekuatan alami, tapi juga punya batasannya. Kalau kamu ingin pakai kayu bengkirai untuk proyek jangka panjang, kamu perlu tahu bagaimana cara memilih, memasang, dan merawatnya dengan benar.
Apa itu kayu bengkirai?
Kayu bengkirai adalah nama lokal untuk Shorea laevifolia dan beberapa spesies serumpun lainnya yang tumbuh di hutan tropis Kalimantan dan Sumatra. Ini adalah jenis kayu keras dengan warna cokelat kekuningan, serat yang padat, dan tekstur halus. Kayu ini termasuk dalam kelompok ironwood-kayu-kayu dengan densitas tinggi dan daya tahan alami terhadap serangga dan jamur.
Berdasarkan standar SNI 7393:2008, kayu bengkirai masuk ke dalam kelas awet II dan kelas kuat II. Artinya, ia bisa bertahan 15-25 tahun di luar ruangan tanpa perlakuan kimia, asalkan tidak terendam air terus-menerus. Ini jauh lebih baik daripada kayu jati yang kelas awetnya hanya III-IV, atau kayu kamper yang hanya kelas IV.
Mengapa kayu bengkirai dianggap awet?
Ketahanan kayu bengkirai bukan karena keajaiban, tapi karena kandungan alami di dalamnya. Kayu ini kaya akan ekstraktif seperti resin, tanin, dan senyawa fenolik. Senyawa-senyawa ini bersifat toksik bagi jamur, rayap, dan serangga kayu. Itulah sebabnya, meskipun diletakkan di tanah atau terkena hujan, kayu ini tidak cepat membusuk.
Penelitian dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan (BP2TH) pada tahun 2023 menunjukkan bahwa kayu bengkirai yang diuji di lingkungan lembap (kelembapan 80-90%) tetap utuh setelah 18 bulan tanpa perlakuan pestisida. Bandingkan dengan kayu pinus yang sudah mulai lapuk dalam 6 bulan di kondisi serupa.
Kayu ini juga punya densitas tinggi-sekitar 850-950 kg/m³. Semakin padat kayu, semakin sulit air masuk dan semakin kecil kemungkinan jamur berkembang. Ini membuatnya ideal untuk lantai, pagar, dan konstruksi outdoor lainnya.
Kapan kayu bengkirai tidak awet?
Jangan salah paham: kayu bengkirai tidak kebal. Ia bisa rusak jika salah pakai. Ada tiga kondisi utama yang membuatnya cepat rusak:
- Terendam air terus-menerus - Jika kayu ini ditanam langsung di tanah atau terendam air hujan tanpa sirkulasi udara, kelembapan akan terakumulasi di dalam serat. Meski tahan jamur, ia tetap bisa membusuk jika basah terus. Contoh: tiang penyangga yang langsung menyentuh tanah tanpa alas beton.
- Terkena sinar matahari langsung tanpa pelindung - UV dari matahari membuat permukaan kayu menjadi kering, retak, dan berubah warna menjadi abu-abu. Ini bukan pembusukan, tapi degradasi fisik. Kayu tetap kuat, tapi terlihat jelek dan rawan pecah.
- Diolah tidak benar - Jika kayu bengkirai dipotong tanpa pengeringan yang tepat (moisture content di atas 20%), ia akan menyusut, melengkung, atau retak setelah dipasang. Banyak proyek gagal karena kayu ini dipasang dalam keadaan basah.
Perbandingan kayu bengkirai dengan jenis kayu lain
| Kayu | Kelas Awet | Densitas (kg/m³) | Tahan Rayap? | Harga per m³ (2026) | Penggunaan Ideal |
|---|---|---|---|---|---|
| Kayu Bengkirai | II | 850-950 | Ya, alami | Rp12.000.000-15.000.000 | Lantai, teras, jembatan, konstruksi outdoor |
| Kayu Ulin | I | 1.000-1.200 | Ya, sangat kuat | Rp18.000.000-25.000.000 | Tiang jembatan, konstruksi berat, dermaga |
| Kayu Jati | III-IV | 650-750 | Ya, tapi butuh perawatan | Rp10.000.000-14.000.000 | Perabot dalam ruangan, pintu, jendela |
| Kayu Pinus | V | 450-550 | Tidak, butuh impregnasi | Rp4.500.000-6.000.000 | Atap, dinding dalam, konstruksi sementara |
| Kayu Meranti | IV | 500-650 | Tidak | Rp3.500.000-5.000.000 | Perabot ringan, kabinet, partisi |
Dari tabel ini, kamu bisa lihat bahwa kayu bengkirai adalah pilihan seimbang: lebih murah dari ulin, lebih awet dari jati, dan jauh lebih tahan lama daripada kayu lunak seperti pinus. Ia paling cocok untuk proyek outdoor yang butuh kekuatan dan ketahanan tanpa harus mengeluarkan biaya ekstra seperti ulin.
Cara memilih kayu bengkirai yang baik
Jangan asal beli. Banyak penjual menawarkan kayu bengkirai yang sudah tercampur dengan kayu sejenis tapi lebih lemah, seperti meranti keras atau kapur. Ini sering disebut "bengkirai palsu". Berikut cara memilih yang asli:
- Warna - Asli berwarna kuning kecokelatan, tidak terlalu gelap atau pucat. Jika terlalu merah, kemungkinan itu kayu jati atau meranti.
- Bau - Kayu bengkirai punya aroma khas seperti kayu kering dan sedikit getah. Jika berbau asam atau tidak berbau sama sekali, curigai campuran.
- Berat - Ambil sepotong kecil. Kayu asli terasa sangat berat untuk ukurannya. Kalau terasa ringan, itu bukan bengkirai murni.
- Permukaan - Seratnya halus dan rapat. Jika terlihat pori-pori besar atau serat longgar, itu bukan kayu keras.
- Asal kayu - Pilih yang berasal dari Kalimantan Timur atau Selatan. Kayu dari sana lebih padat dan kering karena iklim dan teknik penebangan yang lebih baik.
Perawatan kayu bengkirai agar tetap awet
Kayu bengkirai tidak butuh perawatan rumit, tapi tetap perlu perlindungan dasar:
- Gunakan pelapis anti-UV - Setelah dipasang, oleskan cat atau minyak kayu yang mengandung UV protector. Ini mencegah permukaan menjadi abu-abu dan retak. Produk berbasis minyak alami seperti teak oil atau tung oil lebih baik daripada cat berbahan kimia keras.
- Jaga sirkulasi udara - Jangan pasang kayu langsung di tanah. Gunakan bantalan beton atau plat logam. Biarkan ada ruang 2-5 cm di bawahnya agar udara bisa mengalir.
- Bersihkan secara rutin - Setiap 6 bulan, bersihkan debu, lumut, atau kotoran dengan sikat keras dan air. Jangan pakai tekanan air tinggi (pressure washer), karena bisa merusak serat.
- Periksa kelembapan - Jika kamu lihat ada jamur hitam atau bercak hijau, segera bersihkan dengan larutan cuka putih dan air (1:1). Jangan diamkan, karena bisa menyebar ke bagian dalam kayu.
Jika kamu memasang kayu bengkirai di daerah dengan curah hujan tinggi seperti Sumatra atau Kalimantan, tambahkan lapisan kedua setiap 2-3 tahun. Ini akan memperpanjang umur kayu hingga 30 tahun lebih.
Apakah kayu bengkirai ramah lingkungan?
Kayu bengkirai berasal dari hutan alam, bukan hutan tanaman industri. Artinya, penebangan harus dilakukan secara berkelanjutan. Di Indonesia, kayu ini diatur oleh sistem Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Pastikan kayu yang kamu beli punya sertifikat SVLK. Ini menjamin bahwa kayu itu ditebang dari hutan yang dikelola secara legal dan tidak merusak ekosistem.
Alternatif ramah lingkungan? Gunakan kayu daur ulang atau kayu dari hutan tanaman industri seperti akasia atau eukaliptus yang sudah disertifikasi FSC. Tapi jika kamu butuh kekuatan dan ketahanan alami, kayu bengkirai tetap pilihan terbaik-asalkan dipakai secara bijak.
Kesimpulan: Apakah kayu bengkirai awet?
Ya, kayu bengkirai adalah salah satu kayu paling awet yang tersedia di pasar Indonesia. Ia bisa bertahan 15-25 tahun bahkan lebih jika dipasang dan dirawat dengan benar. Ia tidak butuh perawatan intensif, tapi juga tidak bisa diabaikan. Pilih yang asli, pasang dengan benar, lindungi dari sinar matahari dan kelembapan berlebih, dan kamu akan punya struktur yang kuat dan indah selama puluhan tahun.
Jangan tergoda oleh harga murah. Kayu bengkirai yang murah biasanya sudah rusak sejak awal-kering terlalu lama, terkena air, atau campuran. Investasi di kayu yang tepat akan menghemat biaya perbaikan di masa depan. Kalau kamu ingin bangunan tahan lama, pilih kayu bengkirai. Tapi jangan lupa: keawetan bukan hanya soal jenis kayu, tapi juga soal cara kamu menggunakannya.
Apakah kayu bengkirai bisa dipakai untuk lantai dalam ruangan?
Bisa, dan bahkan sangat direkomendasikan. Kayu bengkirai punya kekerasan tinggi, jadi tahan goresan dan beban berat. Cocok untuk lantai rumah, toko, atau ruang publik. Tapi pastikan sudah dikeringkan hingga kadar air di bawah 12% sebelum dipasang. Kalau tidak, bisa melengkung atau berbunyi saat diinjak.
Berapa lama umur kayu bengkirai di luar ruangan?
Biasanya 15-25 tahun, tergantung perawatan. Di daerah kering seperti Nusa Tenggara, bisa sampai 30 tahun. Di daerah lembap seperti Sumatra atau Kalimantan, 20 tahun adalah angka realistis jika kamu rutin mengoleskan pelapis anti-UV dan menjaga sirkulasi udara.
Bisakah kayu bengkirai diwarnai?
Bisa, tapi tidak disarankan. Kayu bengkirai punya warna alami yang indah dan stabil. Jika kamu ingin warna lebih gelap, gunakan minyak kayu berwarna alami seperti teak oil. Cat berbasis air atau minyak sintetis bisa mengelupas dan membuat kayu terlihat tidak alami.
Apakah kayu bengkirai lebih mahal dari kayu jati?
Biasanya lebih mahal. Harga kayu bengkirai berkisar Rp12-15 juta per m³, sedangkan kayu jati sekitar Rp10-14 juta. Tapi bengkirai lebih awet di luar ruangan, jadi biaya jangka panjangnya lebih rendah. Jati lebih cocok untuk interior, bengkirai untuk eksterior.
Bagaimana cara tahu kayu bengkirai itu sudah kering?
Gunakan alat pengukur kadar air (moisture meter). Kadar air ideal untuk pemasangan adalah 10-12%. Jika tidak punya alat, tekan kuku ke permukaan kayu. Jika tidak meninggalkan bekas, kayu sudah cukup kering. Jika ada bekas, tunggu lagi. Kayu basah dipasang akan retak dalam 3-6 bulan.