Kayu bengkirai sering jadi pilihan utama saat membangun rumah, jembatan, atau teras. Tapi banyak yang masih bertanya: kayu bengkirai itu apa? Ini bukan sekadar nama kayu biasa. Kayu bengkirai adalah jenis kayu keras alami dari hutan tropis, terutama dari Indonesia dan Malaysia, yang dikenal karena ketahanannya luar biasa terhadap air, serangga, dan cuaca ekstrem. Bukan kayu yang bisa kamu tebang di halaman belakang - ini bahan bangunan profesional, dipakai di proyek-proyek besar yang butuh daya tahan puluhan tahun.
Apa asal-usul kayu bengkirai?
Kayu bengkirai berasal dari pohon Shorea laevifolia dan beberapa spesies sejenis dari genus Shorea. Pohon ini tumbuh liar di hutan hujan tropis Kalimantan, Sumatra, dan sebagian Sulawesi. Nama "bengkirai" sendiri berasal dari bahasa Melayu, dan di pasar internasional sering disebut "Yellow Balau" karena warna kayunya yang kekuningan saat baru ditebang. Tidak semua kayu kuning itu bengkirai - ada yang meniru, tapi hanya yang asli dari genus Shorea yang punya struktur serat padat dan kandungan minyak alami tinggi.
Kayu ini tumbuh sangat lambat. Satu pohon bisa butuh 60-80 tahun untuk mencapai ukuran siap tebang. Itu sebabnya, kayu bengkirai yang legal dan bersertifikat dari hutan lestari (seperti FSC) harganya lebih tinggi. Kayu yang diambil dari hutan ilegal biasanya lebih murah, tapi risikonya besar: kualitas tidak stabil, cepat retak, dan bisa jadi membawa hama.
Apa keunggulan kayu bengkirai dibanding kayu lain?
Jika kamu pernah melihat jembatan kayu di taman kota yang masih berdiri kokoh setelah 20 tahun, kemungkinan besar itu pakai kayu bengkirai. Ini karena empat keunggulan utamanya:
- Tahan rayap dan serangga - Kayu ini mengandung minyak alami yang membuatnya tidak disukai oleh rayap, kutu kayu, atau jamur. Tidak perlu perawatan kimia berulang seperti kayu jati atau pinus.
- Tahan air dan kelembapan - Cocok untuk teras, kolam, atau konstruksi di daerah basah. Tidak mudah membusuk meski terkena hujan terus-menerus.
- Kekuatan tinggi - Densitasnya sekitar 0,85-0,95 g/cm³, lebih berat dari kayu jati (0,75 g/cm³). Ini artinya lebih tahan beban, cocok untuk rangka atap, tiang, atau lantai yang sering dilewati orang.
- Warna alami yang stabil - Saat baru, warnanya kuning kecoklatan. Setelah terpapar sinar matahari, perlahan berubah jadi abu-abu perak, seperti kayu dek laut. Tidak perlu dicat, malah jadi lebih indah seiring waktu.
Banyak yang bandingkan kayu bengkirai dengan kayu ulin. Ulin memang lebih keras dan lebih tahan lama, tapi harganya bisa dua kali lipat. Bengkirai jadi pilihan seimbang: kuat, awet, dan lebih terjangkau.
Bisa dipakai untuk apa saja?
Kayu bengkirai tidak cuma dipakai buat lantai. Ini beberapa penggunaan nyatanya:
- Lantai teras dan dek kolam - Paling populer. Tidak licin saat basah, tidak melengkung, dan tidak perlu di-cat ulang tiap tahun.
- Rangka atap dan kuda-kuda - Kekuatannya mampu menahan beban berat, bahkan di daerah beriklim ekstrem seperti Papua atau Kalimantan.
- Pagar dan tiang penyangga - Tahan terhadap angin kencang dan hujan asam. Banyak dipakai di taman kota, pelabuhan, atau dermaga.
- Perabot luar ruangan - Kursi, meja, atau bench outdoor yang dibuat dari bengkirai bisa bertahan 15-20 tahun tanpa perawatan khusus.
- Proyek arsitektur modern - Arsitek sering pakai kayu ini untuk eksterior gedung karena tampilannya alami dan minimalis.
Di Surabaya, ada sebuah rumah dengan teras kayu bengkirai yang dibangun tahun 2008. Sampai sekarang, belum ada satu pun papan yang retak atau berlubang. Pemiliknya hanya membersihkan debu dan sesekali menyemprotkan air sabun. Itu bukan keajaiban - itu hasil dari sifat alami kayu ini.
Bagaimana cara memilih kayu bengkirai yang bagus?
Tidak semua kayu bengkirai sama. Ada yang kualitasnya jauh di bawah standar. Ini ciri-ciri kayu bengkirai asli dan berkualitas:
- Warna - Kuning kecoklatan merata, tidak ada bercak hijau atau hitam (tanda jamur).
- Bau - Punya aroma kayu khas, tidak berbau busuk atau kimia.
- Bobot - Berat dan padat. Kalau kamu angkat, rasanya lebih berat dari kayu jati seukuran sama.
- Permukaan - Tidak ada retak kecil atau celah. Jika ada, itu tanda kayu belum dikeringkan dengan benar.
- Sertifikat - Cari yang punya label FSC atau SNI. Ini jaminan bahwa kayu berasal dari hutan yang dikelola secara berkelanjutan.
Di pasar tradisional, banyak yang jual "bengkirai" tapi sebenarnya kayu meranti atau kamper. Mereka warnanya mirip, tapi daya tahannya jauh lebih rendah. Kalau kamu beli di toko bangunan besar, tanyakan asal kayunya. Jangan tergoda harga murah - kayu yang salah bisa rusak dalam 2-3 tahun.
Harga kayu bengkirai tahun 2026
Harga kayu bengkirai tergantung pada ukuran, kualitas, dan lokasi. Di tahun 2026, harga rata-rata per meter kubik:
| Jenis Kayu | Harga per m³ (Rp) | Ketahanan (tahun) | Perawatan |
|---|---|---|---|
| Kayu Bengkirai | 7.500.000 - 9.000.000 | 20-30 | Minimal |
| Kayu Ulin | 15.000.000 - 20.000.000 | 30-50+ | Hampir tidak perlu |
| Kayu Jati | 10.000.000 - 14.000.000 | 15-25 | Perlu dilapis minyak tiap 1-2 tahun |
Harga di atas untuk kayu kering dan sudah diolah (dipotong, dikeringkan, dan disamak). Jika kamu beli kayu basah, harganya lebih murah, tapi kamu harus menunggu 3-6 bulan untuk pengeringan alami - dan risiko retak atau bengkok tetap ada.
Perawatan kayu bengkirai: perlu tidak?
Ini yang sering salah paham: banyak yang mengira kayu bengkirai tidak butuh perawatan sama sekali. Itu tidak sepenuhnya benar. Kayu ini memang tahan, tapi tetap butuh perawatan dasar agar tetap awet.
- Bersihkan debu dan kotoran - Setiap 3-6 bulan, sikat permukaan dengan sikat lembut. Jangan pakai air bertekanan tinggi - bisa merusak serat.
- Gunakan pelapis alami - Jika kamu ingin warnanya tetap kuning, gunakan minyak kayu alami seperti teak oil. Tapi jika kamu suka tampilan abu-abu perak, biarkan alam yang bekerja.
- Periksa sambungan dan paku - Setiap tahun, cek apakah ada paku yang longgar atau sambungan retak. Kayu bisa menyusut sedikit seiring waktu.
Jangan pakai cat, pernis, atau pelapis kimia berat. Ini bisa membuat kayu kehilangan "napas"nya, jadi lembap terperangkap dan akhirnya membusuk dari dalam.
Apakah kayu bengkirai ramah lingkungan?
Kayu bengkirai bisa ramah lingkungan - asal kamu memilih yang bersertifikat. Pohon bengkirai tumbuh lambat, dan penebangan liar sudah merusak banyak hutan di Kalimantan. Tapi jika kamu membeli dari supplier yang punya sertifikat FSC, itu artinya pohon yang ditebang diganti dengan yang baru, dan ekosistemnya dilindungi.
Ini penting: memilih kayu bengkirai bersertifikat bukan soal harga. Ini soal tanggung jawab. Kayu yang kamu pakai hari ini bisa jadi satu-satunya yang tersedia untuk anak cucumu nanti.
Kenapa banyak orang pilih kayu bengkirai?
Karena ini bukan sekadar kayu. Ini investasi. Kamu tidak membeli kayu untuk 5 tahun. Kamu membelinya untuk 20-30 tahun. Tidak ada material lain di pasaran yang bisa menyaingi ketahanan, estetika, dan nilai jangka panjangnya. Di tengah banyaknya material sintetis dan komposit, kayu bengkirai tetap jadi pilihan yang jujur - alami, kuat, dan tahan lama.
Jika kamu sedang merencanakan proyek rumah, teras, atau dek, dan kamu ingin sesuatu yang tidak perlu diganti tiap lima tahun, maka kayu bengkirai adalah jawabannya. Tidak perlu mahal. Tidak perlu rumit. Cukup pilih yang asli, dan biarkan ia bertahan.
Kayu bengkirai itu termasuk kayu keras atau lunak?
Kayu bengkirai termasuk kayu keras. Densitasnya lebih dari 0,8 g/cm³, jauh lebih padat dari kayu lunak seperti pinus atau cemara. Ini membuatnya sangat tahan terhadap benturan, tekanan, dan serangan serangga.
Bisa dipakai untuk lantai dalam rumah?
Bisa, tapi tidak umum. Kayu bengkirai lebih cocok untuk area luar ruangan karena sifatnya yang sangat keras dan berat. Untuk lantai dalam rumah, kayu jati atau oak lebih nyaman di kaki dan lebih mudah dipasang. Bengkirai lebih sering dipakai untuk teras, kolam, atau lantai garasi.
Apakah kayu bengkirai bisa dicat?
Bisa, tapi tidak disarankan. Cat bisa menutup pori-pori alami kayu, membuatnya tidak bisa "bernafas". Kelembapan terperangkap, dan akhirnya kayu bisa membusuk dari dalam. Lebih baik gunakan minyak alami seperti teak oil jika ingin menjaga warna.
Kenapa warna kayu bengkirai berubah jadi abu-abu?
Perubahan warna ini terjadi karena paparan sinar UV dan hujan. Ini proses alami yang disebut "weathering". Banyak yang malah menyukai tampilan abu-abu perak karena memberi kesan klasik dan alami. Jika kamu tidak suka, bisa dilapisi minyak kayu setiap 1-2 tahun.
Apakah ada alternatif kayu bengkirai yang lebih murah?
Alternatifnya adalah kayu meranti merah atau kamper, tapi ketahanannya jauh lebih rendah. Kayu ini tidak tahan rayap dan cepat rusak jika terkena air. Jika budget terbatas, lebih baik pilih kayu bengkirai kualitas standar daripada kayu murah yang harus diganti dalam 5 tahun.
yusaini ahmad
Kayu bengkirai emang juara buat teras rumah. Saya pake sejak 2018, belum retak, belum berlubang, cuma dibersihin pakai sikat dan air sabun tiap bulan. Nggak perlu cat, nggak perlu pernis, biarin alam yang kasih warna abu-abu perak. Ini investasi jangka panjang, bukan beli barang sekali pakai.
Yang penting beli yang bersertifikat FSC. Jangan tergiur harga murah, nanti malah rugi dua kali.
yonathan widyatmaja
Wah keren banget nih info! 🙌 Saya baru aja pasang dek pake bengkirai bulan lalu, langsung jadi pusat perhatian tetangga 😎 Ternyata emang nggak perlu repot-repot ngecat, biarin aja jadi abu-abu, malah keliatan lebih premium. Kalo ada yang tanya, saya langsung kasih link postingan ini. Terima kasih! 🌿
Tulis komentar