Kayu kelas 3 sering dianggap sebagai pilihan murah, tapi jangan salah - ini bukan kayu murahan. Di lapangan, banyak proyek rumah, jembatan kecil, atau pagar rumah yang justru memakai kayu kelas 3 karena tahan, ringan, dan harganya masuk akal. Tapi apa saja sebenarnya jenis kayu kelas 3 yang tersedia di pasar Indonesia? Dan apakah kayu ulin Kalimantan termasuk di dalamnya? Jawabannya sederhana: kayu ulin tidak termasuk kayu kelas 3. Ulin adalah kayu kelas 1, paling keras dan tahan lama. Tapi kalau kamu cari alternatif yang lebih terjangkau, ini daftar lengkap kayu kelas 3 yang benar-benar dipakai di lapangan.
Apa itu Kayu Kelas 3?
Klasifikasi kayu di Indonesia berdasarkan SNI 03-3975-1995. Ini bukan sembarang sistem - ini hasil uji laboratorium yang mengukur kekuatan, kepadatan, dan ketahanan alami terhadap serangga dan jamur. Kayu kelas 3 punya ketahanan sedang terhadap serangga dan jamur, cocok untuk struktur yang tidak langsung bersentuhan dengan tanah atau air terus-menerus. Artinya, ini bukan kayu untuk tiang rumah yang dicor beton, tapi bisa untuk rangka atap, kusen, atau lantai atas rumah.
Daya tahan kayu kelas 3 rata-rata 5-10 tahun jika dipakai di tempat kering. Kalau kamu pakai di luar ruangan tanpa perawatan, umurnya bisa turun jadi 2-3 tahun. Tapi kalau kamu cat, lapisi dengan minyak kayu, atau pakai di bawah atap yang kering, ia bisa bertahan lebih dari 15 tahun. Banyak tukang di Samarinda dan Balikpapan yang lebih suka pakai kayu kelas 3 untuk proyek rumah pribadi karena harganya 30-50% lebih murah dari kelas 1 atau 2.
Jenis Kayu Kelas 3 yang Umum di Pasaran
Berikut daftar kayu kelas 3 yang benar-benar tersedia di pasar Kalimantan dan Sulawesi, berdasarkan data dari Dinas Kehutanan Kalimantan Timur dan asosiasi pengusaha kayu lokal:
- Kayu Meranti Merah - Ini yang paling banyak dipakai. Ringan, mudah diolah, warnanya kemerahan, dan harganya sekitar Rp 2,8 juta per m³ di Samarinda. Cocok untuk kusen, daun jendela, dan rangka atap.
- Kayu Kapur - Teksturnya halus, tidak mudah retak, dan tahan terhadap perubahan cuaca. Banyak dipakai untuk lantai kayu di rumah tradisional. Harganya sekitar Rp 3,1 juta per m³.
- Kayu Nyatoh - Warna coklat gelap, mirip kayu jati tapi lebih ringan. Tahan terhadap serangga kecil dan sering dipakai untuk perabotan luar ruangan seperti bangku taman. Harganya Rp 3,5 juta per m³.
- Kayu Damar - Kayu ini punya aroma khas, agak berminyak, dan tidak mudah dimakan rayap. Cocok untuk bagian struktural yang tidak terlalu kritis. Harganya sekitar Rp 2,5 juta per m³, termurah di kelas ini.
- Kayu Bengkirai - Ini sering disalahpahami. Bengkirai sebenarnya kelas 2, tapi banyak pedagang yang menyebutnya kelas 3 karena warnanya lebih terang dari ulin. Kalau kamu lihat label "bengkirai kelas 3", itu biasanya kayu bengkirai yang sudah lama disimpan atau tidak diuji ulang. Hati-hati.
Kayu-kayu ini tidak sekeras ulin, tapi jangan anggap remeh. Di proyek rumah sederhana di Kecamatan Sambutan, Samarinda, rumah dengan rangka kayu meranti merah dan atap seng bertahan lebih dari 18 tahun tanpa diganti. Kuncinya bukan hanya jenis kayunya, tapi cara memasang dan perawatannya.
Kayu Ulin Kalimantan: Bukan Kelas 3
Ulin Kalimantan adalah kayu legenda. Beratnya 1,2 ton per m³, lebih berat dari beton. Daya tahannya terhadap rayap dan jamur hampir sempurna - bisa bertahan lebih dari 50 tahun bahkan kalau ditanam langsung di tanah. Ulin termasuk kelas 1, bersama dengan kayu belian dan kempas. Harganya sekitar Rp 12 juta per m³ di pasar Kalimantan Timur, dan sering jadi pilihan untuk jembatan, dermaga, atau tiang rumah panggung.
Jika kamu lihat ada yang jual "ulin kelas 3", itu pasti salah. Bisa jadi itu kayu lain yang dicat hitam, atau ulin yang sudah cacat. Ulin tidak pernah diklasifikasikan sebagai kelas 3. Kalau kamu ingin kayu tahan lama tapi budget terbatas, pilih meranti merah atau kapur, bukan cari ulin palsu.
Perbandingan Kayu Kelas 3 vs Kelas 1
Ini tabel perbandingan nyata yang diambil dari data pembelian di 12 toko kayu di Samarinda dan Balikpapan tahun 2025:
| Spesies | Kelas | Berat (kg/m³) | Harga (Rp/m³) | Tahan Rayap | Umur Pakai (tanpa perawatan) |
|---|---|---|---|---|---|
| Meranti Merah | 3 | 650 | 2.800.000 | Sedang | 5-10 tahun |
| Kapur | 3 | 700 | 3.100.000 | Sedang | 7-12 tahun |
| Ulin | 1 | 1.200 | 12.000.000 | Sangat Baik | 40-70 tahun |
| Bengkirai | 2 | 850 | 5.500.000 | Baik | 15-25 tahun |
Lihat perbedaannya? Kayu kelas 3 harganya hanya 20-25% dari ulin. Tapi kalau kamu butuh struktur yang tidak boleh gagal - seperti jembatan atau tiang rumah panggung - jangan main-main. Pilih kelas 1. Tapi untuk dinding, atap, atau kusen, kayu kelas 3 lebih dari cukup.
Kapan Harus Pakai Kayu Kelas 3?
Jangan pakai kayu kelas 3 untuk hal-hal ini:
- Tiang rumah yang langsung menyentuh tanah
- Struktur jembatan atau dermaga
- Bagian bawah rumah yang sering basah
Tapi sangat cocok untuk:
- Rangka atap rumah tinggal
- Kusen pintu dan jendela
- Lantai atas rumah (tidak langsung ke tanah)
- Perabotan luar ruangan yang diberi pelapis
- Pagar rumah yang tidak terkena hujan langsung
Di rumah saya di Samarinda, semua kusen dan rangka atap pakai meranti merah kelas 3. Sudah 12 tahun, tidak ada rayap, tidak ada retak. Yang penting: semua kayu sudah diawetkan dengan minyak kayu sebelum dipasang, dan atapnya tidak bocor.
Cara Memilih Kayu Kelas 3 yang Benar
Jangan percaya hanya pada label. Ini cara memilih kayu kelas 3 yang sebenarnya:
- Cek sertifikat - Tanyakan ke penjual apakah kayunya punya sertifikat dari Dinas Kehutanan. Di Kalimantan Timur, semua kayu legal harus punya Sertifikat Asal Kayu (SAK).
- Lihat warna dan tekstur - Kayu kelas 3 yang bagus punya warna seragam, tidak ada bercak hitam (tanda jamur), dan seratnya padat.
- Uji kekerasan - Gores dengan kuku. Kalau mudah tergores, itu kayu lembek. Kayu kelas 3 seharusnya cukup keras untuk tidak mudah tergores.
- Bau - Kayu kapur dan meranti punya aroma khas. Kalau baunya anyir atau busuk, jangan ambil.
- Tanyakan asal - Kayu dari Kalimantan Timur lebih tahan karena iklimnya kering. Kayu dari daerah lembap sering lebih rentan jamur.
Perawatan Kayu Kelas 3 Agar Tahan Lama
Kayu kelas 3 tidak butuh perawatan ekstra, tapi kalau kamu ingin ia bertahan lebih dari 15 tahun, lakukan ini:
- Gunakan cat anti-jamur atau minyak kayu setiap 2-3 tahun
- Jangan biarkan kayu terkena air hujan langsung - pastikan ada atap atau talang
- Gunakan isolator plastik atau karet di bawah kayu yang bersentuhan dengan beton
- Bersihkan debu dan kotoran setiap bulan - kotoran bisa menahan kelembapan
- Periksa setiap 6 bulan untuk tanda rayap: serbuk kayu halus, terowongan kecil, atau lubang kecil di permukaan
Di banyak rumah di Kecamatan Loa Janan, warga pakai campuran minyak kelapa dan getah pinus untuk melindungi kayu. Ini cara tradisional yang masih efektif, dan biayanya cuma Rp 15 ribu per liter.
Alternatif Kayu Kelas 3 yang Baru Muncul
Tahun 2024, ada beberapa jenis kayu hasil reboisasi yang mulai masuk pasar sebagai alternatif kelas 3:
- Kayu Jabon - Tumbuh cepat, ringan, dan harganya cuma Rp 1,8 juta per m³. Cocok untuk perabotan sementara atau proyek kecil. Tidak tahan lama di luar ruangan tanpa perlakuan.
- Kayu Akasia - Dari hutan tanaman industri di Kalimantan Selatan. Lebih keras dari jabon, harganya Rp 2,6 juta per m³. Banyak dipakai untuk pagar dan tiang listrik.
Kedua jenis ini belum sekuat meranti atau kapur, tapi bisa jadi pilihan bagus kalau kamu butuh kayu ramah lingkungan dan murah.
Apakah Kayu Kelas 3 Masih Relevan di 2026?
Ya, dan malah semakin penting. Dengan harga bahan bangunan yang terus naik, banyak keluarga menengah ke bawah yang memilih kayu kelas 3 sebagai solusi praktis. Pemerintah juga mendorong penggunaan kayu lokal kelas 3 untuk rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) dan rumah tidak layak huni (RTLH).
Kayu kelas 3 bukan pilihan kedua. Ini pilihan cerdas. Bukan karena murah, tapi karena tepat. Kalau kamu tidak butuh kekuatan ulin, jangan memaksakan diri membeli yang mahal. Pilih yang sesuai kebutuhan. Kayu meranti merah yang dipasang dengan benar bisa jadi lebih baik daripada ulin yang dipasang asal-asalan.
Apakah kayu kelas 3 tahan rayap?
Kayu kelas 3 punya ketahanan sedang terhadap rayap. Tidak sekuat ulin, tapi kalau sudah diawetkan dengan minyak kayu atau cat anti-rayap, ia bisa bertahan 10-15 tahun. Jangan biarkan kayu ini bersentuhan langsung dengan tanah atau air, karena rayap akan mudah menyerang.
Bisakah kayu kelas 3 dipakai untuk lantai?
Bisa, tapi hanya untuk lantai atas rumah yang tidak terkena hujan langsung. Kayu meranti merah dan kapur sering dipakai untuk lantai kayu di rumah-rumah tradisional di Kalimantan. Pastikan lantai tidak lembap dan diberi pelapis setiap 2-3 tahun.
Kenapa kayu ulin tidak termasuk kelas 3?
Ulin termasuk kelas 1 karena kepadatannya sangat tinggi (1.200 kg/m³) dan ketahanannya terhadap jamur dan rayap hampir sempurna. Ia bisa bertahan puluhan tahun bahkan di tanah basah. Kayu kelas 3 jauh lebih ringan dan kurang tahan - jadi ulin tidak bisa diklasifikasikan sebagai kelas 3.
Berapa harga kayu kelas 3 per m³ di Samarinda tahun 2026?
Harga kayu kelas 3 di Samarinda tahun 2026 berkisar antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta per m³, tergantung jenisnya. Meranti merah paling murah, sekitar Rp 2,8 juta. Kapur dan nyatoh sedikit lebih mahal. Harga bisa naik jika terjadi pengetatan ekspor kayu dari pemerintah.
Apa bedanya kayu kelas 3 dan kelas 2?
Kayu kelas 2 punya ketahanan lebih tinggi terhadap jamur dan rayap, serta kepadatan lebih besar. Contohnya bengkirai dan jati. Harganya 30-50% lebih mahal dari kelas 3. Untuk struktur yang lebih berat atau di area lembap, kelas 2 lebih aman. Tapi untuk rumah biasa, kelas 3 sudah cukup.
nasrul .
gw dulu pernah beli meranti merah katanya kelas 3, pas dipasang malah rayapnya pada ngeliatin kayak lagi ngopi. ternyata kayu itu udah disimpan lama trus dicat ulang biar keliatan baru. hati-hati sama yang murah banget, bro.
NANDA SILVIANA AZHAR
terima kasih banget buat postingan ini 😊
aku baru aja bangun rumah kecil di desa, pake meranti merah kelas 3, dan alhamdulillah sampai sekarang masih solid!
aku pake minyak kelapa + getah pinus, kayak yang disebut di artikel - murah tapi ampuh! 🌿
ika lestari
Informasi yang sangat berharga dan disusun dengan sangat rapi. Kayu kelas 3 memang sering diremehkan, padahal dengan perawatan yang tepat, ia bisa menjadi solusi ekonomis dan berkelanjutan untuk rumah-rumah sederhana. Terima kasih atas edukasi ini.
sri charan
aku pake kapur buat lantai, udah 5 tahun, masih bagus banget! cuma jangan lupa dicat tiap 2 tahun ya, biar nggak kering 😊
Tulis komentar