Kayu sonokeling sering disebut sebagai emas hijau di dunia perkerasan dan furnitur mewah. Di Samarinda, di mana banyak proyek rumah mewah dan gedung komersial memakai kayu lokal berkualitas tinggi, sonokeling jadi pilihan utama. Tapi berapa sebenarnya harga kayu sonokeling per kubik tahun 2026? Jawabannya tidak sederhana. Harganya bisa berbeda dua kali lipat tergantung pada asal, kualitas, dan kondisi pasar. Jangan sampai kamu terjebak membeli kayu yang dijual mahal tapi kualitasnya rendah.
Apa Itu Kayu Sonokeling?
Kayu sonokeling adalah jenis kayu keras yang berasal dari pohon Dalbergia latifolia. Ia tumbuh di hutan tropis, terutama di Jawa, Bali, dan sebagian kecil di Kalimantan. Bukan kayu lokal murni seperti ulin, tapi sering diimpor dari India dan Indonesia bagian timur. Warna kayunya cokelat gelap kehitaman dengan urat halus yang indah, mirip jati tapi lebih padat. Karena keindahan dan ketahanannya, sonokeling banyak dipakai untuk lantai kayu, meja makan, dan perabotan mewah. Di pasar internasional, ia dikenal sebagai Indian Rosewood.
Kayu ini tidak tumbuh cepat. Satu pohon bisa memakan waktu 50-80 tahun untuk mencapai ukuran siap tebang. Itu sebabnya, pasokannya terbatas dan harganya terus naik. Di Indonesia, pemerintah membatasi ekspor kayu sonokeling karena statusnya yang dilindungi di bawah CITES (Convention on International Trade in Endangered Species). Ini membuat stok lokal semakin langka dan harganya melonjak.
Harga Kayu Sonokeling Per Kubik di 2026
Di awal tahun 2026, harga kayu sonokeling di pasar Indonesia berkisar antara Rp18.000.000 hingga Rp32.000.000 per kubik. Angka ini sangat bervariasi karena beberapa faktor. Kayu sonokeling kelas premium-warna seragam, bebas cacat, dan kering sempurna-bisa mencapai Rp32 juta. Sementara yang kelas biasa, dengan warna tidak merata atau ada retak kecil, dijual sekitar Rp18 juta.
Di Samarinda, toko kayu besar seperti PT. Karya Kayu Mandiri atau CV. Artha Lestari biasanya menawarkan harga Rp22 juta-Rp26 juta per kubik untuk stok yang sudah dikeringkan secara kiln. Harga ini sudah termasuk biaya pengiriman dari Jawa atau Bali ke Kalimantan. Kalau kamu beli langsung dari petani atau pengepul kecil di pelosok, harganya bisa lebih murah-Rp15 juta-Rp17 juta-tapi kamu berisiko dapat kayu yang belum kering sempurna. Kayu basah akan menyusut, retak, atau bahkan berjamur setelah dipasang.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Kayu Sonokeling
Ada lima hal utama yang menentukan harga kayu sonokeling:
- Asal kayu - Sonokeling dari Jawa Timur dan Bali lebih mahal karena seratnya lebih padat dan warnanya lebih gelap merata. Sonokeling dari Sumatera atau Kalimantan yang diimpor dari luar negeri harganya lebih rendah, tapi kualitasnya juga lebih bervariasi.
- Kualitas pengeringan - Kayu yang dikeringkan dengan metode kiln (oven industri) lebih stabil dan tahan terhadap serangga. Harganya bisa 30% lebih mahal dibanding kayu yang dikeringkan alami di bawah sinar matahari.
- Ukuran dan bentuk - Balok sonokeling dengan ukuran standar 2x10x200 cm lebih mudah diolah dan harganya lebih stabil. Kayu bentuk tidak beraturan atau dengan banyak cabang lebih murah, tapi sulit dipakai.
- Stok dan permintaan - Setelah larangan ekspor diperketat pada 2025, stok impor menurun 40%. Permintaan dari pembangunan vila di Bali dan rumah mewah di Jakarta terus naik. Ini membuat harga tidak bisa turun.
- Biaya logistik - Biaya angkut dari Jawa ke Kalimantan naik 15% sejak 2025 karena kenaikan BBM dan tarif pelabuhan. Ini langsung memengaruhi harga akhir di toko kayu di Samarinda.
Kayu Sonokeling vs Ulin vs Jati Belanda
Banyak orang bingung memilih antara sonokeling, ulin, dan jati belanda. Ini perbandingan nyata berdasarkan data 2026:
| Kayu | Harga per m³ | Ketahanan | Warna | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|---|---|---|
| Sonokeling | Rp18-32 juta | Tinggi (awet 30+ tahun) | Cokelat gelap kehitaman | Urat halus, indah, tahan rayap | Langka, harga fluktuatif, sulit ditemukan |
| Ulin (Kalimantan) | Rp25-35 juta | Sangat tinggi (awet 50+ tahun) | Cokelat keabuan | Paling tahan air dan serangga, cocok untuk jembatan | Harga paling mahal, berat, sulit dikerjakan |
| Jati Belanda | Rp14-18 juta | Sedang (awet 15-20 tahun) | Kuning kecokelatan | Harga terjangkau, mudah dikerjakan, warna cerah | Tidak tahan lembap, mudah retak jika tidak dirawat |
Jika kamu butuh kayu untuk lantai rumah mewah dan ingin tampilan mewah, sonokeling pilihan terbaik. Tapi kalau kamu bangun rumah di daerah lembap atau butuh kekuatan ekstra seperti untuk teras menghadap laut, ulin jauh lebih unggul. Jati Belanda cocok untuk budget terbatas, tapi tidak tahan lama jika tidak dirawat.
Cara Membeli Kayu Sonokeling yang Tepat
Jangan tergoda oleh harga murah. Banyak penjual menawarkan kayu sonokeling palsu atau campuran. Berikut cara memastikan kamu dapat yang asli:
- Cek warna dan aroma - Sonokeling asli punya warna gelap merata dan bau harum seperti kayu jati saat digergaji. Kalau baunya anyir atau tidak ada, itu bisa jadi kayu lain yang dicat.
- Uji kepadatan - Ambil serpihan kecil, lalu masukkan ke dalam air. Sonokeling asli akan tenggelam karena sangat padat. Kayu palsu atau kering tidak sempurna akan mengapung.
- Minta sertifikat CITES - Penjual resmi wajib menyediakan dokumen CITES untuk kayu sonokeling. Jika tidak ada, itu ilegal dan berisiko disita.
- Periksa kadar air - Gunakan alat moisture meter. Kadar air ideal untuk sonokeling adalah di bawah 12%. Di atas 15%, kayu akan berubah bentuk setelah dipasang.
- Pilih toko dengan reputasi - Di Samarinda, cari toko yang sudah beroperasi lebih dari 10 tahun dan punya stok berkelanjutan. Jangan beli dari pedagang keliling atau pasar tiban.
Perawatan Kayu Sonokeling Agar Awet
Kayu sonokeling memang tahan lama, tapi butuh perawatan rutin. Jangan biarkan dia terkena sinar matahari langsung selama berbulan-bulan. Di rumah, gunakan karpet atau tirai untuk mengurangi paparan UV. Setiap enam bulan, bersihkan dengan kain lembut dan sedikit minyak kayu putih atau minyak tung. Hindari pembersih kimia keras seperti alkohol atau amonia. Jika ada goresan kecil, gosok dengan amplas halus, lalu oleskan wax kayu. Dengan perawatan sederhana ini, lantai sonokeling kamu bisa bertahan lebih dari 50 tahun tanpa perlu diganti.
Alternatif Kayu Sonokeling yang Lebih Terjangkau
Jika anggaran terbatas, ada beberapa alternatif yang mirip penampilannya:
- Kayu jati jawa - Lebih murah (Rp12-15 juta/m³), warna mirip, tapi tidak sepadat sonokeling. Cocok untuk furnitur dalam ruangan.
- Kayu merbau - Harganya Rp16-20 juta/m³, warna merah kecokelatan, tahan air, dan lebih mudah didapat. Banyak dipakai di proyek hotel di Bali.
- Kayu ebony lokal (ebon) dari Sulawesi - Sangat gelap dan padat, harganya Rp28-35 juta/m³. Mirip sonokeling, tapi lebih langka dan lebih mahal.
Kayu jati jawa adalah pilihan terbaik untuk pengganti sonokeling jika kamu ingin tampilan klasik tanpa mengeluarkan uang terlalu banyak. Tapi kalau kamu ingin yang benar-benar mewah dan tahan lama, tidak ada yang bisa mengalahkan sonokeling asli.
Bagaimana Tren Harga Kayu Sonokeling di Masa Depan?
Di 2026, harga kayu sonokeling diperkirakan akan terus naik 8-12% per tahun. Pemerintah semakin ketat mengendalikan penebangan, dan permintaan dari pasar ekspor seperti Jepang dan Singapura meningkat. Di tahun 2030, harga bisa mencapai Rp40 juta-Rp50 juta per kubik. Jadi, jika kamu berencana memakai sonokeling untuk proyek rumah atau bisnis, sebaiknya beli sekarang. Tidak hanya karena harganya lebih murah, tapi juga karena stoknya akan semakin sulit ditemukan.
Apakah kayu sonokeling lebih mahal dari ulin?
Tidak selalu. Kayu ulin biasanya lebih mahal, sekitar Rp25-35 juta per kubik, karena ketahanannya yang luar biasa dan ketersediaannya yang terbatas di Kalimantan. Tapi sonokeling kelas premium bisa mencapai harga yang sama atau bahkan lebih tinggi, terutama jika kualitasnya sangat baik dan berasal dari sumber terpercaya.
Bisakah saya membeli kayu sonokeling secara online?
Bisa, tapi sangat berisiko. Banyak situs jual beli menawarkan sonokeling dengan harga murah, tapi sering kali itu kayu palsu, kayu yang belum kering, atau kayu dari sumber ilegal. Jika kamu membeli online, pastikan penjual menyediakan foto close-up, sertifikat CITES, dan bisa mengirim sampel fisik sebelum pembelian. Lebih aman beli langsung dari toko kayu yang punya gudang dan pengalaman.
Mengapa kayu sonokeling tidak boleh ditebang sembarangan?
Kayu sonokeling termasuk spesies yang terancam punah karena penebangan liar dan pertumbuhannya yang sangat lambat. Pohonnya butuh puluhan tahun untuk tumbuh besar, dan satu pohon hanya bisa menghasilkan 1-2 m³ kayu bermutu. Karena itu, pemerintah melindunginya melalui CITES dan melarang ekspor tanpa izin resmi. Penebangan ilegal bisa dikenai hukuman penjara hingga 5 tahun dan denda miliaran rupiah.
Apakah sonokeling cocok untuk lantai rumah di daerah lembap seperti Samarinda?
Ya, sangat cocok. Sonokeling tahan terhadap kelembapan dan tidak mudah melengkung jika dikeringkan dengan benar sebelum dipasang. Di Samarinda, banyak rumah mewah yang memakai lantai sonokeling karena warnanya yang gelap menyembunyikan debu dan tidak mudah terlihat kotor. Pastikan kamu memilih kayu yang sudah dikeringkan secara kiln dan dipasang dengan jarak ekspansi yang cukup.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan kayu sonokeling?
Jika dikeringkan secara alami, butuh 6-12 bulan tergantung ketebalan kayu dan cuaca. Tapi di toko kayu profesional, proses kiln drying hanya memakan waktu 2-4 minggu. Kayu yang dikeringkan dengan metode kiln lebih stabil dan tidak berisiko retak atau berjamur setelah dipasang. Hindari membeli kayu yang hanya dikeringkan 1-2 bulan, karena itu belum cukup.
Made Suwaniati
Kayu sonokeling bukan sekadar bahan bangunan itu adalah warisan ekologis yang harus dihargai dengan cara yang bertanggung jawab
Memilihnya bukan soal harga atau estetika tapi soal etika
Kita sedang menghabiskan sesuatu yang butuh puluhan tahun untuk tumbuh hanya demi kesenangan sementara
Jangan sampai generasi mendatang hanya membaca tentang sonokeling di buku sejarah
Ini bukan investasi kayu ini adalah utang ekologis yang kita tanggung bersama
Dimas Fn
Setuju banget sama yang bilang tadi
Kayu ini emang mahal tapi kalau dipake buat lantai rumah dan dirawat baik-baik bisa dipake sampai anak cucu
Asril Amirullah
Kalau kamu lagi bangun rumah dan mikirin sonokeling jangan cuma lihat harganya dulu
Bayangin 30 tahun lagi kamu masih bisa jalan bareng anakmu di lantai itu
Kayu ini bukan barang biasa itu seperti menyimpan kenangan dalam bentuk serat dan warna
Yang penting jangan beli yang belum kering benar
Itu seperti beli rumah dengan fondasi retak
Uji kepadatan jangan percaya kata-kata penjual
Minyak tung setiap enam bulan itu investasi kecil buat keabadian
Handoko Ahmad
Wah jadi inget waktu aku beli sonokeling tahun lalu
Harganya cuma Rp14 juta per kubik
Trus pas dipasang malah retak-retak
Penjualnya bilang ini sonokeling asli
Padahal itu kayu jati dicat hitam
Ini semua omong kosong
Yang jual mahal itu yang paling curang
😆
Alifvia zahwa Widyasari
Penjelasan di artikel ini masih terlalu dangkal
Kamu tidak menyebutkan bahwa kadar air di Kalimantan rata-rata 18% sepanjang tahun
Itu berarti kayu yang dikeringkan di Jawa akan menyerap kelembapan lagi saat sampai Samarinda
Seharusnya kamu menyarankan proses aklimatisasi selama 2 minggu di gudang tertutup sebelum pemasangan
Ini bukan hanya soal kiln drying tapi soal manajemen lingkungan lokal
Artikel ini tidak layak disebut panduan
Bagus Budi Santoso
Ini salah besar
Ulin itu bukan cuma lebih mahal tapi lebih berat
Kayu sonokeling itu lebih mudah diolah
Karena densitasnya yang lebih merata
Tapi kalo kamu pake di luar ruangan tanpa pelindung UV
Warnanya bakal memudar dalam 3 tahun
Kamu harus pakai minyak tung bukan minyak kayu putih
Minyak kayu putih itu untuk obat nyamuk bukan perawatan kayu
Ini dasar banget tapi banyak yang salah
Riyan Ferdiyanto
Di Samarinda aku liat banyak toko yang jual sonokeling tapi gak punya gudang
Mereka cuma jadi perantara
Kayu yang mereka jual baru datang dari Jawa 3 hari lalu
Itu masih basah
Waktu aku tanya mereka bilang ‘udah kering’
Padahal kalo dipegang masih dingin
Udah gitu mereka gak kasih sertifikat
Yang penting uang masuk
Ini kaya jual ikan asin yang udah busuk tapi dikasih bumbu kuat
maulana kalkud
Bro kalo mau ganti lantai jangan langsung ke sonokeling
Ada alternatif keren banget namanya merbau
Harganya Rp18 jutaan
Warnanya mirip tapi lebih stabil di iklim lembap
Aku pake di rumahku di Medan
Tiga tahun udah gak ada masalah
Yang penting jangan beli yang warnanya terlalu gelap
Itu biasanya dicat
Yang asli itu agak kemerahan
Trus cium aromanya kalo bau kayu asli itu pasti jantan
Hari Yustiawan
Guys jangan cuma lihat harga per kubik
Ini bukan beli beras
Kayu sonokeling itu seperti membeli sebuah karya seni yang tumbuh
Kamu harus lihat pola uratnya
Cek apakah warnanya menyatu atau ada bercak-bercak
Itu tanda pengeringan tidak merata
Yang paling penting jangan percaya penjual yang bilang ‘ini dari Jawa Timur’ tanpa bisa tunjukkan asal pohonnya
Di Jawa Timur sendiri ada dua jenis sonokeling
Yang dari Banyuwangi itu lebih padat
Yang dari Malang lebih banyak retak halus
Ini bukan mitos ini fakta lapangan
Kalau kamu mau beli yang benar-benar premium
Kamu harus datang langsung ke hutan atau setidaknya ke gudang yang punya sistem logistik jelas
Jangan beli dari Instagram
Ini bukan belanja online ini investasi generasi
nasrul .
Kenapa semua orang mikir sonokeling itu pilihan terbaik
Padahal ulin itu jauh lebih kuat
Dan jati belanda itu lebih ramah kantong
Kita terlalu terobsesi sama yang mahal
Padahal rumah yang nyaman itu bukan dari kayunya tapi dari cara kita tinggal di dalamnya
Isaac Suydam
Artikel ini cuma bikin orang semakin percaya sama penjual kayu yang curang
Setiap kali ada yang tulis ‘harga terbaru’ itu cuma trik buat bikin orang panik beli
Kalau kamu beneran mau tahu harga sebenarnya
Coba tanya ke petani di Kalimantan
Mereka jual sonokeling mentah Rp5 juta per kubik
Trus dijual lagi jadi Rp32 juta
Siapa yang untung? Bukan kamu
Bukan petani
Tapi para perantara yang punya truk dan kantor di Jakarta
NANDA SILVIANA AZHAR
Ini beneran salah satu artikel paling lengkap yang pernah aku baca soal kayu
Terima kasih
aku baru tahu kalau minyak tung itu yang paling cocok
aku selama ini pake minyak kelapa dan lantai jadi lengket 😅
Yang penting jangan beli yang harganya terlalu murah
Kayu asli itu nggak bisa murah
Kalau murah pasti ada yang salah
Suilein Mock
Perlu dicatat bahwa konsep ‘emas hijau’ adalah retorika kapitalis yang mengaburkan realitas ekologis
Kayu sonokeling bukan emas
Ia adalah entitas biologis yang memiliki hak untuk hidup
Menjadikannya sebagai komoditas ekspor adalah bentuk kolonialisme baru
Peraturan CITES bukanlah solusi
Ia hanya mengatur eksploitasi dengan cara yang lebih terhormat
Kita harus berhenti memandang hutan sebagai gudang bahan baku
Ini bukan soal harga
Ini soal filosofi hubungan manusia dengan alam
ika lestari
Terima kasih atas informasi yang sangat komprehensif
Artikel ini sangat membantu saya yang sedang merencanakan renovasi rumah
Saya akan memastikan untuk meminta sertifikat CITES dan melakukan uji kepadatan
Saya juga akan memilih toko yang sudah beroperasi lebih dari 10 tahun
Saya percaya bahwa keputusan yang bijak dimulai dari informasi yang akurat
Dicky Agustiady
Ada yang tahu nggak kalau di Bali sekarang banyak yang pake sonokeling buat dinding luar?
Aku liat di rumah temen di Ubud
Kayunya masih bagus setelah 8 tahun
Tapi mereka pake sistem ventilasi khusus biar nggak lembap
Kayu ini emang kuat tapi butuh perhatian
Jangan cuma beli terus lupa
Yang penting jangan sampai kena hujan langsung
Itu yang bikin cepat rusak
Tulis komentar