Kayu Myrtle: Apa Itu dan Mengapa Tidak Ditemukan di Indonesia?

Kayu myrtle, sejenis kayu keras yang berasal dari Australia dan Selandia Baru, sering disebut dalam konteks lantai atau perabot mewah. Also known as myrtle wood, it is prized for its fine grain and durability in humid climates—but it has no natural presence in Indonesia. Jika Anda mencari kayu myrtle di pasar lokal, Anda tidak akan menemukannya. Bukan karena stok habis, tapi karena ia tidak tumbuh di hutan kita. Indonesia punya kayu-kayu jauh lebih kuat, lebih tahan lama, dan jauh lebih mudah didapat: kayu ulin, kayu paling keras di dunia yang tumbuh di Kalimantan dan tahan hingga 120 tahun tanpa perawatan, atau kayu bengkirai, pilihan ekonomis dengan ketahanan alami terhadap rayap dan cuaca ekstrem.

Kayu myrtle sering muncul di iklan online sebagai alternatif "mahal" untuk kayu lokal. Tapi itu tidak masuk akal. Ulin bisa bertahan dua kali lebih lama dari myrtle, harganya lebih stabil, dan ketersediaannya jauh lebih terjamin—asal Anda beli dari sumber legal. Banyak orang terkecoh karena nama "myrtle" terdengar eksotis, padahal kayu seperti bangkirai atau kamper jauh lebih cocok untuk iklim tropis kita. Kayu lokal tidak perlu diimpor. Mereka sudah dirancang oleh alam untuk bertahan di panas, lembap, dan serangan serangga yang jauh lebih ganas daripada yang dihadapi myrtle di negara asalnya.

Jika Anda sedang mempertimbangkan kayu untuk proyek luar ruangan, jangan tergoda oleh nama asing. Fokuslah pada yang benar-benar ada di sini: ulin untuk struktur kritis seperti jembatan atau dermaga, bengkirai untuk teras atau pagar, dan bangkirai untuk lantai yang butuh ketahanan tinggi tanpa perawatan rutin. Semua ini tumbuh di Indonesia, dihargai secara lokal, dan jauh lebih berkelanjutan daripada mengimpor kayu dari benua lain. Di bawah ini, Anda akan menemukan panduan lengkap tentang kayu-kayu asli Indonesia yang benar-benar bekerja—tanpa jargon, tanpa penipuan, tanpa kebingungan. Ini bukan tentang kayu impor. Ini tentang kayu yang sudah jadi jawaban sejak lama.

Apakah Kayu Myrtle Mahal? Harga, Kualitas, dan Perbandingan dengan Kayu Bengkirai

Kayu myrtle harganya lebih mahal dari bengkirai, tapi tampilannya lebih halus dan stabil. Cocok untuk lantai dan perabot interior. Ini perbandingan lengkap harga, kualitas, dan penggunaannya di Indonesia.

LEBIH LANJUT