Kayu Impor: Perbandingan Nyata dengan Kayu Lokal Indonesia

Kayu impor, jenis kayu yang diimpor dari luar Indonesia, biasanya berasal dari Amerika Selatan, Afrika, atau Asia Tenggara, dan sering dipasarkan sebagai alternatif premium. Also known as kayu ekspor, it is frequently chosen for its perceived uniformity and certification, but often at a much higher cost and with questionable environmental ethics. Di Indonesia, kita punya kayu-kayu yang jauh lebih kuat, lebih tahan lama, dan jauh lebih sesuai dengan iklim kita—tanpa perlu mengimpor apa-apa.

Kayu seperti kayu ulin, kayu keras asli Kalimantan yang tahan rayap hingga 120 tahun dan tak butuh pengawet kimia, atau kayu bengkirai, kayu lokal dengan kelas awet II dan harga jauh lebih terjangkau daripada ipe dari Brasil, sebenarnya menyaingi bahkan mengalahkan kayu impor dalam hal daya tahan. Ipe memang populer di dunia, tapi itu hanya karena orang-orang belum tahu bahwa ulin dari Kalimantan punya kekerasan yang lebih tinggi, dan tahan lebih lama di lingkungan lembap seperti dermaga atau teras rumah. Apalagi, ulin dan bengkirai tumbuh di hutan kita sendiri—tidak perlu dikirim ribuan kilometer, tidak perlu sertifikat FSC yang mahal, dan tidak perlu membayar pajak impor yang membuat harganya melambung.

Yang lebih penting lagi: kayu impor sering kali datang dari hutan yang dirusak, sementara kayu lokal yang legal—seperti ulin bersertifikat dari hutan tanam atau pengelolaan lestari—justru membantu konservasi. Banyak yang bilang "kayu impor lebih aman", padahal yang paling rawan penipuan justru kayu impor: diklaim sebagai ipe, tapi ternyata kayu lokal yang dicat hitam. Di sisi lain, kayu bengkirai dan ulin dari Kalimantan bisa dicek asalnya, bisa dilihat teksturnya, dan bisa diukur kepadatannya langsung di tempat.

Jadi, jika kamu sedang mempertimbangkan kayu impor untuk proyekmu, tanyakan dulu: Apa yang benar-benar kamu butuhkan? Kekuatan? Ulin lebih kuat. Ketahanan terhadap air? Ulin dan bengkirai lebih tahan. Harga? Kayu lokal jauh lebih hemat. Keberlanjutan? Kayu Indonesia yang dikelola dengan baik jauh lebih ramah lingkungan. Kamu tidak perlu pergi jauh untuk dapat yang terbaik—karena yang terbaik sudah ada di sini.

Dibawah ini, kamu akan menemukan artikel-artikel yang membongkar fakta-fakta sebenarnya tentang kayu lokal versus impor, harga terbaru, cara membedakan yang asli, dan alternatif terbaik yang justru berasal dari hutan Indonesia sendiri.

Apakah Kayu Myrtle Mahal? Harga, Kualitas, dan Perbandingan dengan Kayu Bengkirai

Kayu myrtle harganya lebih mahal dari bengkirai, tapi tampilannya lebih halus dan stabil. Cocok untuk lantai dan perabot interior. Ini perbandingan lengkap harga, kualitas, dan penggunaannya di Indonesia.

LEBIH LANJUT