Harga Kayu Myrtle: Apa Itu dan Apakah Ada di Indonesia?

When you hear kayu myrtle, sejenis kayu impor dari Australia dan Selandia Baru yang dikenal karena tekstur halus dan warna coklat kekuningan. Also known as myrtlewood, it is often used in high-end furniture and musical instruments because of its stability and fine grain. Tapi jangan salah—kayu ini tidak tumbuh di Indonesia. Kalau kamu cari harga kayu myrtle di pasaran lokal, yang kamu dapatkan adalah kayu impor yang harganya jauh lebih mahal dari kayu lokal seperti ulin atau bengkirai.

Kayu myrtle memang cantik, tapi itu bukan alasan utama kamu harus membelinya. Bayangkan kamu beli kayu ini untuk lantai teras, harganya bisa dua kali lipat dari kayu bengkirai. Dan masih belum tentu lebih awet. Kayu lokal seperti bengkirai dan bangkirai sudah terbukti tahan rayap, cuaca panas, dan kelembapan tanpa perlu perawatan rumit. Sementara kayu myrtle butuh finishing khusus, perlindungan ekstra, dan sering kali datang tanpa sertifikat keberlanjutan yang jelas. Ini bukan soal estetika—ini soal nilai jangka panjang.

Di Kalimantan dan Sulawesi, kamu bisa dapatkan kayu kelas satu yang jauh lebih kuat dan tahan lama daripada myrtle. Ulin misalnya, bisa bertahan lebih dari 100 tahun di luar ruangan tanpa perlu diacarkan ulang. Harganya memang tinggi, tapi itu karena ia tumbuh selama 80-150 tahun. Kayu myrtle? Tumbuh lebih cepat, tapi tidak punya ketahanan alami yang sebanding. Jadi, ketika kamu lihat iklan "kayu myrtle premium" dengan harga selangit, tanyakan: apa yang sebenarnya kamu dapat? Kecantikan sesaat, atau kekuatan seumur hidup?

Kamu mungkin tertarik karena kayu ini sering muncul di desain rumah modern atau mebel impor. Tapi jangan sampai terjebak oleh nama yang terdengar mewah. Di Indonesia, kita punya sumber daya alam yang jauh lebih hebat—dan lebih adil untuk dompet dan lingkungan. Jangan beli kayu impor hanya karena terlihat "kelas". Pilih yang benar-benar cocok untuk iklim, kebutuhan, dan masa depan rumahmu.

Apakah Kayu Myrtle Mahal? Harga, Kualitas, dan Perbandingan dengan Kayu Bengkirai

Kayu myrtle harganya lebih mahal dari bengkirai, tapi tampilannya lebih halus dan stabil. Cocok untuk lantai dan perabot interior. Ini perbandingan lengkap harga, kualitas, dan penggunaannya di Indonesia.

LEBIH LANJUT