Ciri Pohon Bengkirai: Kenali Karakteristiknya Sebelum Beli Kayu Ini
Bengkirai, jenis kayu keras asli Indonesia yang dikenal ketahanannya terhadap rayap dan cuaca ekstrem. Also known as shorea laevifolia, it is one of the most trusted woods for outdoor construction in tropical climates like Indonesia. Bukan sekadar kayu biasa—bengkirai punya ciri khas yang langsung terlihat, bahkan sebelum dipotong jadi papan. Kalau kamu cari kayu untuk teras, jembatan, atau lantai yang awet tanpa perlu diawetkan berkali-kali, ini salah satu pilihan terbaiknya.
Ciri paling jelas dari pohon bengkirai adalah daunnya yang majemuk, berbentuk bulat telur, dan tumbuh berpasangan di sepanjang tangkai. Batangnya lurus, tinggi bisa mencapai 40 meter, dengan kulit kayu yang kasar dan berwarna abu-abu kecoklatan. Kalau kamu lihat potongan kayunya, warnanya kuning kecoklatan terang, seratnya padat dan berarah jelas. Tidak ada bercak hitam atau warna belang—kalau ada, bisa jadi itu kayu lain yang dijual sebagai bengkirai. Kayunya berat, keras, dan kalau digores pakai kuku, tidak akan leave a mark. Ini bukan kayu yang mudah diolah, tapi justru karena itu ia tahan lama.
Rayap, hama utama yang merusak banyak jenis kayu di Indonesia. Also known as white ants, it cannot survive long when it meets the natural oils inside bengkirai. Itu sebabnya bengkirai masuk kelas awet II—artinya ia punya perlindungan alami yang membuat rayap menjauh. Tidak seperti mahoni yang butuh lapisan kimia setiap dua tahun, bengkirai bisa bertahan 25-40 tahun tanpa perawatan khusus. Bahkan di daerah lembap seperti Kalimantan atau Sumatra, kayu ini tetap kokoh. Kalau kamu pernah lihat jembatan atau dermaga tua yang masih berdiri, kemungkinan besar bahan utamanya bengkirai.
Kayu ini juga punya keunggulan lain: tidak mudah retak meski terkena panas atau hujan terus-menerus. Itu karena kandungan minyak alaminya yang tinggi. Minyak ini tidak hanya melindungi dari serangga, tapi juga mencegah jamur dan kelembapan meresap terlalu dalam. Tidak heran banyak tukang bangunan lebih memilih bengkirai daripada ulin—karena harganya lebih terjangkau, tapi ketahanannya hampir sama. Yang perlu diingat: jangan sampai tertipu oleh kayu yang diwarnai agar tampak seperti bengkirai. Cek teksturnya, beratnya, dan warna alaminya. Kalau terlalu ringan atau warnanya terlalu merata, waspadalah.
Di pasar, banyak yang bingung membedakan bengkirai dengan merbau atau kamper. Tapi kalau kamu tahu ciri pohonnya, kamu tidak akan salah pilih. Daun merbau lebih lebar dan berbulu halus, sementara kamper punya aroma khas yang kuat. Bengkirai? Tidak berbau menyengat, tapi punya kepadatan yang membuatnya terasa dingin saat disentuh. Ini bukan sekadar soal estetika—ini soal investasi. Kayu yang kamu beli hari ini akan menentukan berapa lama rumahmu bertahan tanpa renovasi.
Di bawah ini, kamu akan menemukan berbagai informasi praktis tentang bengkirai: dari cara memilih yang asli, perbandingan harga dengan kayu lain, hingga cara merawatnya agar tetap awet. Semua ini berdasarkan pengalaman nyata di lapangan, bukan teori kertas. Jangan sampai kamu beli kayu mahal, tapi malah cepat rusak karena tidak tahu ciri-ciri aslinya.
Apa Ciri-Ciri Pohon Bangkirai? Kenali Karakteristik dan Ciri Khasnya
Pohon bangkirai punya ciri khas daun majemuk, batang lurus tinggi, dan kayu berwarna kuning kecoklatan yang sangat tahan rayap. Cocok untuk dek, jembatan, dan perabot luar ruangan tanpa perawatan kimia.