Kayu ulin dari Kalimantan dikenal sebagai salah satu bahan paling tahan lama untuk pintu rumah. Tapi kalau kamu sedang cari pintu kayu ulin, pertanyaan pertama yang muncul pasti: berapa harga pintu kayu ulin sekarang? Jawabannya tidak bisa langsung kamu temukan di Google karena harganya berubah-ubah tergantung banyak faktor. Di Samarinda, tempat saya tinggal, harga pintu kayu ulin bisa beda jauh antara yang datang dari hutan langsung dan yang sudah diolah pabrik. Ini bukan soal merek, tapi soal kualitas, ketebalan, dan proses pengeringannya.
Apa yang Membuat Harga Pintu Kayu Ulin Berbeda-Beda?
Kayu ulin bukan kayu biasa. Ini adalah kayu keras alami yang tahan terhadap rayap, jamur, dan cuaca ekstrem. Tapi tidak semua kayu ulin sama. Ada yang berasal dari pohon tua di hutan primer Kalimantan, ada yang dari lahan reboisasi. Ada yang dipotong langsung dari batang, ada yang sudah diolah jadi papan kering. Semua ini memengaruhi harga akhir pintunya.
Contoh nyata: pintu kayu ulin yang dibuat dari kayu yang baru ditebang dan belum dikeringkan, harganya bisa 30% lebih murah. Tapi kamu harus siap menunggu 3-6 bulan sampai kayunya benar-benar kering dan tidak menyusut. Kalau kamu mau pintu yang langsung bisa dipasang, tanpa risiko retak atau bengkok, kamu harus bayar lebih. Kayu yang sudah dikeringkan dengan oven industri atau metode alami selama 12 bulan, harganya lebih tinggi, tapi jauh lebih stabil.
Ukuran juga penting. Pintu standar rumah biasanya 2,1 meter tinggi dan 0,8 meter lebar. Tapi kalau kamu mau pintu lebih lebar, misalnya 1 meter atau lebih, harganya naik drastis. Kayu ulin tebal 4 cm lebih mahal daripada yang 3 cm, karena butuh lebih banyak bahan dan lebih sulit diproses. Di pasar lokal, banyak penjual yang menawarkan pintu kayu ulin dengan ketebalan 2,5 cm - ini biasanya kayu bekas atau campuran, bukan kayu ulin murni.
Harga Pintu Kayu Ulin Per Unit di 2026
Berdasarkan data terbaru dari pasar kayu di Samarinda dan Banjarmasin, berikut perkiraan harga pintu kayu ulin asli per unit (satu pintu, ukuran standar 2,1 x 0,8 meter):
| Tipe Pintu | Ketebalan Kayu | Proses Pengeringan | Harga (IDR) |
|---|---|---|---|
| Pintu Kayu Ulin Standar | 3 cm | Alami (6 bulan) | Rp 4.200.000 |
| Pintu Kayu Ulin Premium | 4 cm | Oven industri (3 bulan) | Rp 6.800.000 |
| Pintu Kayu Ulin Ekstra Lebar | 4 cm | Oven industri | Rp 8.500.000 |
| Pintu Kayu Ulin dengan Kaca | 3 cm | Alami | Rp 5.500.000 |
| Pintu Kayu Ulin Bekas (reconditioned) | 3-4 cm | Tidak diketahui | Rp 2.800.000 - Rp 3.500.000 |
Harga di atas sudah termasuk finishing dasar (sanding dan coating minyak alami). Kalau kamu mau diwarnai atau di-lacquer, tambah Rp 500.000 sampai Rp 1.200.000 tergantung kompleksitasnya. Pintu dengan kaca tembus pandang atau desain ukiran tradisional bisa naik hingga Rp 2 juta lebih mahal.
Jangan Tertipu: Ciri Pintu Kayu Ulin Asli
Banyak penjual yang menawarkan "pintu kayu ulin" dengan harga murah. Tapi 7 dari 10 yang dijual di pasar tradisional sebenarnya bukan kayu ulin murni. Ini cara membedakannya:
- Warna dan tekstur: Kayu ulin asli punya warna cokelat kehitaman, seratnya rapat dan halus. Kalau kamu gosok dengan kain basah, warnanya jadi lebih gelap dan mengkilap alami - ini ciri khasnya.
- Berat: Kayu ulin sangat berat. Satu pintu standar bisa lebih dari 80 kg. Kalau kamu angkat dan merasa ringan seperti kayu jati atau kayu pinus, itu bukan ulin.
- Uji gores: Coba gores permukaan pintu dengan kunci atau koin. Kayu ulin asli tidak akan mudah tergores. Kalau ada serpihan kayu yang lepas, itu kayu lunak atau campuran.
- Bau: Kayu ulin punya aroma khas seperti kayu basah yang sedikit manis, tidak berbau kimia. Kalau bau menyengat, kemungkinan besar sudah di-impregnasi dengan bahan kimia.
Yang paling sering ditipu: penjual yang bilang "ini kayu ulin dari Kalimantan" tapi ternyata asalnya dari Sulawesi atau bahkan impor dari Afrika. Kayu ulin asli Kalimantan punya densitas lebih tinggi dan lebih tahan lama daripada jenis lain.
Di Mana Beli Pintu Kayu Ulin Asli?
Jangan beli pintu kayu ulin di toko bangunan biasa yang tidak punya reputasi. Di Samarinda, toko yang bisa kamu percaya biasanya punya gudang penyimpanan kayu sendiri, bukan cuma jadi agen. Mereka bisa tunjukkan sertifikat asal kayu dari Dinas Kehutanan, atau setidaknya punya bukti pengiriman dari Kutai Timur atau Barito Kuala.
Ada juga beberapa perajin kayu di Banjarmasin yang membuat pintu custom dari kayu ulin langsung dari hutan. Mereka tidak punya website, tapi punya banyak referensi dari rumah-rumah tua di Kalimantan Selatan yang masih pakai pintu ulin dari tahun 1990-an dan belum rusak. Kalau kamu cari yang tahan 50 tahun, ini pilihan terbaik.
Jangan tergoda harga murah di marketplace. Banyak yang jual pintu kayu ulin di Shopee atau Tokopedia dengan harga Rp 1,8 juta. Itu bukan kayu ulin. Itu kayu keras lokal yang diwarnai hitam, atau kayu bekas yang dipolish ulang. Kamu akan menyesal setelah 1 tahun pintunya retak atau dimakan rayap.
Perawatan Pintu Kayu Ulin Agar Tahan Lama
Kayu ulin tidak butuh perawatan intensif, tapi tetap perlu perhatian. Ini yang harus kamu lakukan:
- Setiap 6 bulan, bersihkan permukaan pintu dengan kain lembab dan sabun netral. Jangan pakai pembersih kimia.
- Sekali setahun, oleskan minyak kayu alami seperti minyak kelapa atau minyak tebu. Ini menjaga kelembapan alami kayu.
- Jangan biarkan pintu terkena hujan langsung. Jika kamu punya teras, pasang atap pelindung.
- Jangan gunakan cat atau pernis sintetis. Kayu ulin tidak butuh itu. Justru cat bisa membuat kayu tidak "bernafas" dan cepat retak.
Kalau kamu merawatnya dengan benar, pintu kayu ulin bisa bertahan lebih dari 70 tahun. Banyak rumah adat di Kalimantan yang masih pakai pintu ulin dari kakek buyut mereka - dan masih kuat.
Alternatif Lain Jika Harga Kayu Ulin Terlalu Mahal
Jika anggaran kamu terbatas, ada beberapa alternatif yang tetap tahan lama dan terlihat alami:
- Kayu jati perhutani: Lebih murah, sekitar Rp 2,5 juta per pintu. Tapi tidak sekuat ulin, butuh perawatan lebih sering.
- Kayu kamper: Tahan rayap, harga sekitar Rp 3,2 juta. Warnanya lebih terang, cocok untuk rumah modern.
- Kayu belian (jenis ulin lokal): Kadang disebut "ulin lokal", harganya sekitar Rp 5 juta. Ini adalah varian lain dari kayu keras Kalimantan, bukan ulin sejati, tapi cukup kuat untuk pintu rumah.
Tapi kalau kamu ingin sesuatu yang benar-benar tahan selama hidupmu, dan bahkan bisa diwariskan ke anak cucu - kayu ulin tetap pilihan terbaik. Ini bukan investasi rumah. Ini investasi generasi.
Berapa lama umur pintu kayu ulin?
Pintu kayu ulin yang dirawat dengan benar bisa bertahan lebih dari 70 tahun. Banyak rumah tradisional di Kalimantan yang masih menggunakan pintu ulin dari tahun 1950-an dan belum pernah diganti. Kayu ini sangat tahan terhadap rayap, jamur, dan perubahan cuaca.
Kenapa pintu kayu ulin lebih mahal daripada kayu lain?
Kayu ulin tumbuh sangat lambat - butuh 80-100 tahun untuk mencapai ukuran siap tebang. Selain itu, proses pengeringan dan pengolahan sangat rumit karena kepadatannya tinggi. Kayu ini juga dilindungi karena eksploitasi berlebihan di masa lalu, sehingga pasokannya terbatas dan harganya tetap tinggi.
Bisakah pintu kayu ulin dipasang di rumah modern?
Tentu. Pintu kayu ulin sekarang banyak dirancang dengan desain minimalis, tanpa ukiran berlebihan. Banyak arsitek modern di Jakarta dan Bandung yang memilih kayu ulin untuk pintu depan karena kesan mewah dan tahan lama. Kombinasinya dengan kaca dan besi bisa menciptakan tampilan elegan.
Apakah kayu ulin ramah lingkungan?
Kayu ulin yang bersertifikat FSC (Forest Stewardship Council) atau dari hutan yang dikelola secara berkelanjutan, memang ramah lingkungan. Tapi jika berasal dari penebangan liar, itu merusak ekosistem. Pastikan penjual bisa menunjukkan dokumen legal asal kayunya. Di Kalimantan, banyak petani lokal yang menanam ulin secara terencana - ini pilihan terbaik.
Apakah bisa beli pintu kayu ulin secara online?
Bisa, tapi berisiko tinggi. Banyak penjual online yang menjual kayu palsu atau kayu bekas. Jika kamu ingin beli online, pilih penjual yang punya gudang fisik di Kalimantan, bisa kirim video proses pengiriman, dan memberi garansi 1 tahun. Jangan percaya harga di bawah Rp 3 juta untuk pintu standar - itu tidak mungkin kayu ulin asli.
maulana kalkud
gw baru beli pintu ulin bulan lalu, harga Rp5,8jt di Samarinda. Tapi ternyata kayunya cuma 3cm, pasang aja udah retak dikit. Gua kira udah dapet yang bagus, ternyata ketipu juga. Jangan percaya kata penjual, cek sendiri beratnya!
Udah 3 minggu, udah oles minyak kelapa 2x, masih keliatan bagus. Tapi gua takut nanti bengkok.
Yang jelas, jangan beli di tokopedia. Gua liat ada yang jual Rp1,9jt. Itu kayu apa? Kayu kardus?
nasrul .
masa sih kayu ulin bisa tahan 70 tahun? gw liat rumah tetangga pake pintu ulin tahun 90an, sekarang udah kayak kayu basah, ada jamurnya juga. Mungkin karena nggak dirawat.
Kayu itu bukan ajaib, tapi butuh perawatan konsisten. Kalo kamu cuma pasang terus lupa, ya nanti rusak juga. Bukan salah kayunya, salah manusianya.
Ini kayak pacar, kalo kamu nggak perhatiin, dia bakal pergi. Kayu ulin juga gitu.
NANDA SILVIANA AZHAR
aku baru aja beli pintu ulin premium, harganya Rp6,8jt 😠tapi gw puas banget! 🥹
Warnanya gelap alami, berat banget sampe aku sama suami harus bawa 3 orang buat angkat!
Setiap 6 bulan aku oles minyak kelapa, dan bau kayunya itu... bikin rileks. Kayak bau rumah nenek dulu, tapi lebih mewah.
Terima kasih banget buat postingan ini, aku jadi lebih yakin pilih yang asli! 💕
ika lestari
Wah, ini informasi sangat membantu! Terima kasih atas detailnya. Aku sedang mempertimbangkan untuk ganti pintu rumah, dan sekarang aku tahu mana yang benar-benar worth it. Jangan tergoda harga murah, itu cuma ilusi.
sri charan
aku pake pintu ulin bekas Rp3,2jt, udah 5 tahun dan masih kuat! Gua beli dari tukang kayu di Banjarmasin yang jual barang dari rumah tua. Nggak ada retak, nggak ada rayap. Cuma bau kayunya agak anyir, tapi aku suka. Bukan cuma pintu, tapi kenangan.
Chaidir Ali
Bayangkan ini: seorang kakek di Kutai Timur, tahun 1948, memilih kayu ulin untuk pintu rumahnya. Dia tidak tahu bahwa dia sedang menanam warisan. Dia tidak tahu bahwa 80 tahun kemudian, cucu-cucunya akan berdiri di depan pintu itu, menatapnya dengan rasa syukur, bukan karena harganya, tapi karena ketahanannya.
Kayu ulin bukan barang. Ini adalah waktu yang dibekukan. Ini adalah kesabaran yang menjadi bentuk. Ini adalah kehidupan yang menolak untuk mati.
Kita hidup di era yang menghargai kecepatan, tapi lupa bahwa keindahan sejati lahir dari ketahanan. Pintu itu bukan hanya penghalang antara luar dan dalam. Ia adalah pengingat: bahwa sesuatu yang benar-benar berharga, tidak bisa dibeli dalam semalam. Ia harus ditunggu. Harus dipelihara. Harus dihormati.
Jadi, ketika kamu memilih pintu ulin, kamu bukan cuma membeli kayu. Kamu memilih untuk menjadi bagian dari sejarah yang tak tergantikan.
Aini Syakirah
Sebagai putri Kalimantan, saya merasa sangat bangga membaca tulisan ini. Kayu ulin bukan sekadar bahan bangunan - ia adalah simbol ketahanan alam dan kearifan lokal. Saya pernah mengunjungi sebuah rumah adat di Barito Kuala yang masih mempertahankan pintu ulin asli dari tahun 1937. Tidak ada satu pun paku yang berkarat, tidak ada satu pun serat yang retak. Itu adalah bukti nyata bahwa kearifan tradisional dalam pengolahan kayu masih hidup.
Saya mohon, mari kita dukung petani lokal yang menanam ulin secara berkelanjutan. Jangan biarkan warisan ini lenyap karena keserakahan. Setiap pintu ulin yang kita beli dengan cara yang etis, adalah doa untuk hutan kita.
Olivia Urbaniak
eh tapi kalau kayu ulin dari lahan reboisasi, itu masih dianggap asli? soalnya aku baca di forum lain, ada yang bilang kayu dari hutan tanaman itu densitasnya lebih rendah. Trus, apakah ada perbedaan signifikan antara ulin Kalimantan Timur sama Kalimantan Selatan? Aku penasaran, soalnya aku mau pesen dari Banjarmasin tapi takut ketipu.
duwi purwanto
gue cuma pengen bilang, kalo loe beli pintu ulin, jangan cuma liat harga. Liat juga siapa yang jual. Gue pernah beli dari tukang langganan, dia nggak punya website, tapi punya 3 rumah tua di Samarinda yang pintunya masih utuh sejak 1985. Itu yang namanya kredibilitas.
Yudha Kurniawan Akbar
oh jadi ini yang disebut "investasi generasi"? hahahahahahahahah
gue baru beli pintu dari IKEA, Rp1,2 juta, udah 1 tahun, masih bagus. Kayu ulin? itu cuma buat orang yang mau ngebuat rumahnya kayak museum.
dan yang paling kocak: "jangan pakai cat atau pernis sintetis" - tapi kamu justru pakai minyak kelapa? itu juga sintetis kalau diolah pabrik, bro.
ini semua cuma marketing klasik: jual rasa nostalgia + takut ketinggalan zaman.
gue lebih suka pintu aluminium. Ringan, murah, nggak butuh doa tiap 6 bulan.
Tulis komentar