Kekurangan Kayu Mahoni: Apa yang Harus Anda Tahu Sebelum Beli

Kayu mahoni, jenis kayu lokal Indonesia yang banyak digunakan untuk perabot dan konstruksi ringan. Also known as Swietenia macrophylla, it is commonly sold as a budget-friendly alternative to teak or ironwood, but its reputation for durability is often misleading. Banyak orang memilih kayu mahoni karena harganya lebih murah daripada ulin atau bengkirai. Tapi di balik harga yang menarik, ada sejumlah kelemahan serius yang jarang dibicarakan—dan bisa bikin proyek Anda gagal dalam waktu singkat.

Kayu mahoni tidak tahan rayap seperti kayu kelas I. Di lapangan, banyak rumah dengan lantai atau rangka mahoni yang rusak dalam 5-7 tahun, terutama di daerah lembap seperti Sumatra atau Kalimantan. Ini bukan karena salah pasang, tapi karena sifat alaminya. Kayu ini tidak punya minyak alami atau senyawa kimia yang mengusir serangga. Kalau Anda ingin pakai mahoni untuk teras, dek, atau tiang luar rumah, Anda wajib mengawetkannya—dan itu artinya biaya tambahan, waktu, dan perawatan rutin setiap tahun.

Perawatan kayu, proses perlindungan kayu dari kelembapan, jamur, dan serangga jadi hal wajib kalau Anda memilih mahoni. Tanpa itu, kayu ini cepat mengkerut, retak, dan bahkan berjamur. Bandingkan dengan bengkirai yang bisa bertahan 25 tahun tanpa sentuhan minyak—mahoni butuh lapisan anti-rayap, cat, atau minyak khusus setiap 6-12 bulan. Ini bukan cuma ribet, tapi juga bikin biaya jangka panjangnya jadi lebih mahal dari yang Anda kira.

Alternatif kayu, jenis kayu lokal yang lebih tahan lama dan butuh lebih sedikit perawatan seperti bangkirai atau merbau jauh lebih cerdas untuk proyek luar ruangan. Harganya memang sedikit lebih tinggi, tapi Anda hemat waktu, tenaga, dan uang dalam jangka panjang. Kayu mahoni memang bagus untuk perabot dalam ruangan yang tidak terkena hujan atau kelembapan tinggi—tapi bahkan di sana, ia rentan terhadap perubahan bentuk karena cuaca.

Anda mungkin pernah lihat meja atau pintu mahoni yang tampak bagus di toko. Tapi coba tanya pemiliknya: berapa lama itu bertahan? Banyak yang mengaku sudah ganti dua kali dalam sepuluh tahun. Ini bukan karena mereka salah beli—tapi karena mereka tidak tahu kelemahan sebenarnya. Kayu mahoni bukan kayu buruk. Tapi ia bukan juga kayu tahan lama. Memilihnya tanpa memahami batasannya adalah kesalahan yang sering diulang.

Di bawah ini, Anda akan menemukan artikel-artikel yang membahas kelemahan kayu mahoni secara jujur—dari pengalaman tukang bangunan, uji lapangan, hingga perbandingan langsung dengan kayu-kayu lokal lain yang jauh lebih tangguh. Ini bukan tentang menakut-nakuti Anda, tapi memberi tahu Anda apa yang benar-benar terjadi di lapangan. Jangan sampai Anda beli kayu karena harganya murah, lalu menyesal karena harus ganti dua kali dalam lima tahun.

Apa Saja Kekurangan Kayu Mahoni untuk Konstruksi dan Perabot?

Kayu mahoni sering dipilih karena harganya murah dan warnanya indah, tapi punya banyak kekurangan: mudah diserang rayap, tidak tahan kelembapan, butuh perawatan rutin, dan lemah secara struktural. Bandingkan dengan bengkirai yang lebih awet.

LEBIH LANJUT