Kayu Mahoni vs Bengkirai: Mana yang Lebih Baik untuk Konstruksi?
When you're building something that needs to last—like teras, jembatan, atau rangka rumah—kayu bengkirai, kayu keras alami dari Indonesia yang tahan rayap dan cuaca ekstrem. Also known as shin wood, it is one of the most practical choices for outdoor construction in tropical climates. Tapi banyak yang masih bingung memilih antara bengkirai dan kayu mahoni, kayu yang lebih ringan, mudah diolah, dan sering dipakai untuk furnitur dalam ruangan. Also known as meranti merah, it is widely available but lacks the natural durability of bengkirai. Ini bukan soal mana yang lebih mahal, tapi mana yang benar-benar cocok untuk kebutuhanmu.
Kayu bengkirai masuk kelas kuat III dan kelas awet II. Artinya, ia bisa bertahan 25-40 tahun tanpa perawatan khusus, bahkan kalau langsung kontak dengan tanah atau air hujan. Rayap? Hampir tidak tertarik. Jamur? Sulit menempel. Ini yang membuatnya jadi pilihan utama untuk dek, tiang, atau struktur jembatan. Sementara kayu mahoni? Kelasnya hanya II-III, dan meskipun indah warnanya, ia butuh lapisan pelindung rutin—cat, minyak, atau perawatan kimia—kalau tidak mau cepat keropos. Di daerah lembap seperti Sumatera atau Kalimantan, mahoni yang tidak dirawat bisa rusak dalam 5-7 tahun.
Soal harga, bengkirai memang lebih mahal, tapi itu sebanding dengan umur pakainya. Kamu bayar lebih mahal sekali, tapi tidak perlu ganti selama puluhan tahun. Mahoni lebih murah di awal, tapi kalau kamu harus ganti setiap 5 tahun karena lapuk, itu justru lebih boros. Kalau proyekmu untuk rumah tinggal biasa, dan kamu mau yang cantik dan tidak ribet, mahoni masih bisa jadi pilihan—tapi hanya untuk bagian dalam rumah. Untuk bagian luar? Bengkirai tidak punya lawan. Ini bukan soal gengsi, ini soal logika: kamu ingin bangunan yang awet, atau cuma yang murah sekarang?
Di pasar, banyak penjual yang menyamarkan mahoni sebagai bengkirai karena harga keduanya sering dibandingkan. Tapi ciri fisiknya beda: bengkirai lebih berat, warnanya coklat kekuningan dengan serat rapat, dan permukaannya lebih kasar. Mahoni lebih merah, lebih ringan, dan seratnya lebih lembut. Kalau kamu beli untuk konstruksi, jangan hanya percaya kata penjual. Tanya sertifikat kayu, atau minta lihat potongan kayu yang baru dipotong—warna aslinya akan terlihat jelas.
Yang perlu kamu ingat: bengkirai adalah pilihan realistis untuk orang yang ingin bangunan tahan lama tanpa repot. Mahoni adalah pilihan estetika untuk yang ingin nuansa hangat di dalam rumah. Keduanya punya tempatnya, tapi kalau kamu memilih berdasarkan kebutuhan, bukan hanya harga atau tampilan, maka bengkirai adalah jawaban yang lebih kuat—literally dan figuratively.
Di bawah ini, kamu akan menemukan artikel-artikel yang membahas lebih dalam soal kekuatan, harga, perawatan, dan cara memilih antara kedua kayu ini—semua berdasarkan pengalaman nyata di lapangan, bukan teori kantor.
Apa Saja Kekurangan Kayu Mahoni untuk Konstruksi dan Perabot?
Kayu mahoni sering dipilih karena harganya murah dan warnanya indah, tapi punya banyak kekurangan: mudah diserang rayap, tidak tahan kelembapan, butuh perawatan rutin, dan lemah secara struktural. Bandingkan dengan bengkirai yang lebih awet.