Kayu Cendana Harum: Keunikan, Harga, dan Mengapa Ini Kayu Paling Berharga di Indonesia

Kayu cendana harum, sejenis kayu aromatik yang tumbuh di wilayah timur Indonesia dan dikenal karena aroma khasnya yang tahan lama. Also known as sandalwood, it is not just wood—it's a cultural treasure, a sacred material in religious ceremonies, and a luxury ingredient in perfumes and traditional medicine. Di Indonesia, kayu ini tumbuh paling banyak di Nusa Tenggara Timur, terutama di Flores dan Timor. Bukan cuma harum, tapi nilainya bisa mencapai puluhan juta per kilogram—lebih mahal daripada emas per gramnya.

Kayu cendana harum punya satu keunikan yang tak dimiliki kayu lain: aroma alaminya tidak hilang meski sudah dipotong, dikeringkan, bahkan diolah jadi bubuk atau minyak. Minyak cendana, ekstrak dari kayu yang melalui proses penyulingan rumit dan memakan waktu berbulan-bulan adalah produk bernilai tinggi yang digunakan di industri parfum global, dari Chanel hingga merek lokal premium. Harganya bisa mencapai Rp2 juta per liter, dan itu baru minyaknya—kayu aslinya jauh lebih mahal. Ini bukan kayu untuk meja atau lantai. Ini kayu yang dihargai karena baunya, bukan kekuatannya.

Kayu langka Indonesia, jenis kayu yang pertumbuhannya sangat lambat dan hampir punah akibat penebangan liar seperti cendana, gaharu, dan ebony jadi sasaran utama perdagangan ilegal. Pohon cendana butuh 15-20 tahun hanya untuk mulai menghasilkan aroma kuat, dan 30-40 tahun untuk bisa ditebang secara legal. Itu sebabnya stoknya hampir habis, dan pemerintah sudah melarang ekspor kayu cendana mentah sejak 2010. Yang dijual sekarang kebanyakan adalah hasil ilegal, atau produk olahan seperti minyak atau batangan kecil yang dianggap "souvenir".

Di balik harga selangitnya, kayu cendana harum punya peran spiritual yang dalam. Di Bali, kayu ini digunakan untuk membuat dupa dan alat sembahyang. Di India, dipakai dalam ritual keagamaan Hindu. Di Indonesia, orang tua masih percaya bahwa aroma cendana bisa menenangkan pikiran, mengusir energi negatif, bahkan membantu tidur nyenyak. Ini bukan mitos—penelitian dari Universitas Gadjah Mada menunjukkan bahwa senyawa dalam minyak cendana memang punya efek menenangkan saraf.

Kalau kamu lihat iklan "kayu cendana asli" di pasar atau toko online, hati-hati. 9 dari 10 produk itu palsu—bisa jadi kayu biasa yang disemprot parfum. Kayu asli berwarna kuning kecoklatan, padat, berat, dan kalau digores sedikit, baunya langsung keluar kuat. Jangan percaya yang harganya murah. Jika kamu ingin punya kayu cendana, pilih yang sudah diolah jadi minyak atau batangan kecil bersertifikat dari pemerintah. Itu satu-satunya cara aman dan legal.

Di daftar kayu termahal di dunia, cendana bukan yang paling keras, bukan yang paling tahan rayap, tapi ia tetap di puncak—karena nilainya bukan di struktur, tapi di aroma, sejarah, dan kelangkaannya. Di bawah ini, kamu akan menemukan artikel-artikel yang membongkar fakta sebenarnya tentang kayu cendana, cara membedakan yang asli, harga terbaru, dan kenapa orang rela bayar ratusan juta hanya untuk sepotong kecil kayu yang harum.

Kayu Apa yang Paling Harum? Ini Daftar Kayu Aroma Terkuat di Indonesia

Kayu cendana adalah yang paling harum di Indonesia, tapi bengkirai, cengkih, dan ulin juga punya aroma alami yang kuat dan tahan lama. Temukan perbedaan, cara pakai, dan mengapa aroma kayu masih penting di rumah modern.

LEBIH LANJUT