Daya Tahan Kayu Mahoni: Awet Berapa Tahun dan Apa Kelemahannya?

Kayu mahoni, jenis kayu tropis yang banyak digunakan di Indonesia untuk mebel, pintu, dan konstruksi ringan. Also known as Swietenia macrophylla, it is commonly sold as a more affordable alternative to teak or ulin, but its durability is often misunderstood. Banyak yang mengira kayu mahoni tahan lama seperti bengkirai atau ulin, padahal kenyataannya berbeda. Kayu ini termasuk kelas awet III, artinya bisa bertahan sekitar 5-10 tahun di luar ruangan tanpa perawatan, tapi hanya 15-20 tahun jika dipelihara dengan baik. Jika dibiarkan terkena hujan dan sinar matahari langsung, ia bisa lapuk dalam waktu kurang dari lima tahun.

Perbandingan paling jelas ada di antara kayu mahoni, kayu yang populer karena warna merah kecoklatan dan tekstur halus dengan kayu bengkirai, kayu kelas awet II yang tahan rayap alami dan bisa bertahan hingga 30 tahun tanpa perawatan. Bengkirai tidak perlu dicat atau diolesi minyak setiap tahun — mahoni justru butuh itu. Jika kamu ingin meja teras atau lantai kayu yang tidak ribet, mahoni bukan pilihan terbaik. Tapi jika kamu ingin furniture dalam ruangan yang indah dan mudah diukir, mahoni tetap juara. Ia tidak tahan rayap sekuat ulin, tapi juga tidak seharga itu. Harganya sekitar 30-50% lebih murah dari bengkirai, dan lebih mudah ditemukan di pasaran.

Yang sering diabaikan adalah perawatan kayu mahoni, proses yang wajib dilakukan agar kayu ini tidak cepat rusak. Tanpa pelapis anti jamur dan minyak kayu alami, permukaannya akan retak, berubah warna jadi abu-abu, dan mudah diserang serangga. Banyak orang beli mahoni karena murah, lalu kecewa saat dalam dua tahun sudah rusak — padahal masalahnya bukan kayunya, tapi cara perawatannya. Jika kamu memilih mahoni, siapkan anggaran tambahan untuk perawatan rutin setiap 6-12 bulan. Jangan cuma andalkan cat biasa. Gunakan produk khusus kayu tropis yang bisa menembus pori-pori kayu, bukan hanya menutupi permukaan.

Ada juga yang bandingkan mahoni dengan jati. Jati memang lebih awet, tapi harganya dua kali lipat. Mahoni jadi kompromi: cantik, ringan, dan cukup kuat untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi jangan harap ia bisa dipakai untuk jembatan, dermaga, atau tiang rumah — itu tugasnya ulin dan bengkirai. Kayu mahoni lebih cocok untuk kabinet, rak, atau furniture indoor yang tidak terpapar cuaca ekstrem. Pahami batasannya, dan kamu akan puas. Jika tidak, kamu akan menyesal setelah kayunya mulai keropos.

Di bawah ini, kamu akan menemukan artikel-artikel yang membahas secara mendalam tentang daya tahan kayu mahoni, bagaimana membedakan yang asli dan palsu, perawatan yang benar, dan perbandingan langsung dengan kayu-kayu lain yang lebih tahan lama. Semua informasi ini dibuat berdasarkan pengalaman nyata di lapangan, bukan teori kertas.

Apa Saja Kekurangan Kayu Mahoni untuk Konstruksi dan Perabot?

Kayu mahoni sering dipilih karena harganya murah dan warnanya indah, tapi punya banyak kekurangan: mudah diserang rayap, tidak tahan kelembapan, butuh perawatan rutin, dan lemah secara struktural. Bandingkan dengan bengkirai yang lebih awet.

LEBIH LANJUT