Bayangkan Anda membangun rumah di atas air, atau membuat jembatan yang tahan banjir selama 50 tahun. Bahan yang paling sering dipilih? Kayu ulin. Bukan karena indah, tapi karena tidak mudah roboh, dimakan rayap, atau lapuk meski terendam air bertahun-tahun. Di Kalimantan, kayu ini bukan sekadar bahan bangunan - ini warisan alam yang langka dan bernilai tinggi. Tapi pertanyaan paling sering muncul: berapa harga kayu ulin 1 batang? Jawabannya tidak bisa sekadar angka. Ada banyak faktor yang menentukan harganya, dan jika Anda salah menghitung, bisa-bisa rugi puluhan juta.
Apa Itu Kayu Ulin dan Mengapa Harganya Mahal?
Kayu ulin, atau Ironwood dalam bahasa Inggris, adalah jenis kayu tropis yang hanya tumbuh di hutan Kalimantan dan sebagian Sulawesi. Nama ilmiahnya Eusideroxylon zwageri. Ini bukan kayu biasa. Kayu ini memiliki kepadatan sekitar 1,2 gram per cm³ - lebih berat dari air. Artinya, jika Anda meletakkannya di air, ia akan tenggelam, bukan mengapung. Itu sebabnya kayu ini tahan terhadap air laut, jamur, dan serangga. Di pelabuhan Banjarmasin, dermaga tua dari kayu ulin masih berdiri sejak tahun 1950-an tanpa perlu diganti.
Kayu ulin juga sangat keras. Uji kekerasan Brinell menunjukkan nilainya sekitar 3.500-4.000 kg/cm². Untuk perbandingan, kayu jati hanya sekitar 1.800 kg/cm². Itu artinya, kayu ulin bisa menahan tekanan berat tanpa retak. Tapi karena pertumbuhannya sangat lambat - butuh 80-120 tahun untuk mencapai ukuran panen - pasokannya terbatas. Pemerintah Indonesia juga membatasi penebangan liar, jadi kayu ulin yang tersedia sekarang kebanyakan dari hasil penebangan terkendali atau stok lama.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Kayu Ulin Per Batang
Harga kayu ulin tidak sama di setiap tempat. Bahkan di Kalimantan, harga di Samarinda bisa berbeda dengan di Banjarmasin atau Pontianak. Ada lima faktor utama yang menentukan harga satu batang kayu ulin:
- Ukuran batang - Panjang dan diameter batang sangat menentukan. Batang standar di pasaran biasanya berukuran 4 meter panjang dan diameter 20-30 cm. Tapi ada yang lebih besar, sampai 50 cm diameter. Semakin besar, semakin mahal.
- Kualitas kayu - Kayu ulin dibagi jadi tiga kelas: A, B, dan C. Kelas A tidak ada cacat, warna merah kecoklatan, serat lurus, dan tidak ada retak. Kelas B ada sedikit noda atau cacat kecil. Kelas C banyak retak, warna kusam, atau ada lubang kecil. Harga kelas A bisa dua kali lipat dari kelas C.
- Asal kayu - Kayu ulin dari hutan Kutai Barat atau Kabupaten Tanah Bumbu di Kalimantan Selatan dianggap lebih berkualitas karena tanah dan iklimnya mendukung pertumbuhan serat padat. Kayu dari daerah ini biasanya lebih mahal Rp1-2 juta per batang dibanding yang dari daerah lain.
- Proses pengolahan - Kayu yang sudah dikeringkan (kiln-dried) harganya lebih tinggi daripada kayu basah. Kayu basah bisa menyusut atau retak setelah dipasang. Jika Anda membeli kayu yang sudah diolah dan siap pakai, harganya sudah termasuk biaya pengeringan dan perawatan anti-rayap.
- Biaya transportasi - Kayu ulin berat. Satu batang 4 meter dengan diameter 25 cm bisa beratnya 300-400 kg. Biaya angkut dari hutan ke kota, atau dari pelabuhan ke lokasi Anda, bisa menambah Rp500.000-2 juta tergantung jarak.
Harga Kayu Ulin 1 Batang Tahun 2025 (Data Terbaru)
Berdasarkan data pasar di Samarinda dan Banjarmasin pada November 2025, harga kayu ulin per batang (4 meter, diameter 20-30 cm) berkisar sebagai berikut:
| Kelas Kayu | Diameter (cm) | Harga Per Batang (IDR) | Harga Per Meter Kubik (IDR) |
|---|---|---|---|
| Kelas A | 20-25 | Rp1.800.000 - Rp2.200.000 | Rp18.000.000 - Rp22.000.000 |
| Kelas A | 26-30 | Rp2.500.000 - Rp3.000.000 | Rp20.000.000 - Rp25.000.000 |
| Kelas B | 20-25 | Rp1.200.000 - Rp1.600.000 | Rp12.000.000 - Rp16.000.000 |
| Kelas C | 20-25 | Rp800.000 - Rp1.100.000 | Rp8.000.000 - Rp11.000.000 |
Perhatikan bahwa harga per meter kubik lebih penting jika Anda membeli dalam jumlah besar. Satu meter kubik kayu ulin berisi sekitar 12-15 batang ukuran standar. Jadi jika Anda membeli 10 batang kelas A diameter 25 cm, total harganya bisa mencapai Rp20 juta, belum termasuk ongkos kirim.
Perbedaan Kayu Ulin Asli dan Palsu
Di pasar, banyak penjual menawarkan "kayu ulin" dengan harga murah - Rp500.000 per batang. Hati-hati. Ini kemungkinan kayu palsu. Kayu yang sering disamarkan sebagai ulin antara lain:
- Kayu belian - Mirip, tapi lebih ringan dan tidak tahan air sebaik ulin. Harganya sekitar 40% lebih murah.
- Kayu kempas - Warnanya agak gelap, tapi mudah retak dan tidak tahan rayap.
- Kayu meranti - Sering dicat hitam untuk meniru ulin. Sangat mudah dikenali karena ringan dan berbau pahit saat digergaji.
Cara membedakan kayu ulin asli:
- Uji berat - Ambil sepotong kecil. Jika sangat berat dan tenggelam di air, kemungkinan besar ulin asli.
- Lihat seratnya - Kayu ulin punya serat lurus, halus, dan berwarna merah kecoklatan. Tidak ada garis-garis tebal seperti meranti.
- Coba gosok dengan kertas amplas - Kayu ulin asli menghasilkan serbuk berwarna merah tua, bukan kuning atau putih.
- Bau - Saat digergaji, kayu ulin mengeluarkan aroma seperti kayu cendana yang ringan, tidak menyengat.
Di Mana Beli Kayu Ulin Asli di Kalimantan?
Jangan beli dari pedagang pinggir jalan. Di Samarinda, ada beberapa tempat terpercaya:
- PT. Kayu Kalimantan Jaya - Pemasok resmi di Jalan Pahlawan, Samarinda. Mereka punya sertifikat legal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan punya gudang pengeringan sendiri.
- CV. Ulin Tahan Lama - Di Banjarmasin, fokus pada kayu kelas A. Mereka melayani pengiriman ke seluruh Indonesia.
- Pasar Kayu Tenggarong - Pasar tradisional terbesar di Kaltim. Tapi Anda harus pintar memilih. Bawa tukang kayu yang paham kayu ulin jika ingin belanja di sini.
Selalu minta surat jalan dan sertifikat asal kayu. Jika tidak ada, kemungkinan besar kayu itu ilegal. Dan jika Anda membeli kayu ilegal, Anda bisa kena denda atau bahkan disita barangnya oleh petugas kehutanan.
Apakah Kayu Ulin Bisa Dibeli Secara Online?
Bisa, tapi berisiko tinggi. Banyak penjual di Shopee atau Tokopedia menawarkan kayu ulin dengan harga murah. Tapi Anda tidak bisa melihat langsung kualitasnya. Banyak kasus pembeli menerima kayu yang ternyata kelas C atau bahkan kayu palsu. Jika Anda membeli online, pastikan:
- Penjual punya video proses pemotongan dan pengukuran langsung dari gudang.
- Mereka menyediakan foto close-up serat kayu dan uji berat.
- Ada jaminan pengembalian uang jika kayu tidak sesuai deskripsi.
- Biaya kirim sudah termasuk asuransi, karena kayu ulin sangat berat dan rentan rusak di jalan.
Saran terbaik: jika Anda butuh untuk proyek penting seperti jembatan, dermaga, atau rumah panggung, belilah langsung dari pemasok lokal. Lebih aman, lebih bisa dipastikan kualitasnya, dan Anda bisa nego harga jika beli banyak.
Bagaimana Jika Anggaran Terbatas?
Jika Anda ingin menggunakan kayu ulin tapi anggaran tidak mencukupi, ada beberapa solusi:
- Pakai kayu ulin hanya di bagian kritis - Misalnya, untuk tiang penyangga, balok utama, atau lantai yang sering basah. Untuk dinding atau plafon, gunakan kayu jati atau merbau yang lebih murah.
- Pilih kelas B - Kayu kelas B masih sangat kuat dan tahan lama. Harganya jauh lebih terjangkau, dan untuk rumah biasa, kelas B sudah cukup.
- Beli saat musim hujan - Di Kalimantan, pada bulan Desember-Februari, banyak pemasok menurunkan harga karena stok menumpuk dan permintaan turun sementara.
Ingat: kayu ulin bukan barang konsumsi. Ini investasi jangka panjang. Satu batang kayu ulin yang dipasang dengan benar bisa bertahan lebih lama dari rumah Anda. Jadi jangan tergoda harga murah yang ternyata palsu atau rusak.
Berapa harga kayu ulin per meter kubik di Kalimantan tahun 2025?
Harga kayu ulin per meter kubik di Kalimantan tahun 2025 berkisar antara Rp8 juta hingga Rp25 juta, tergantung kelas kayu dan asalnya. Kelas A dengan diameter besar bisa mencapai Rp25 juta per m³, sementara kelas C berkisar Rp8-11 juta per m³.
Kayu ulin bisa tahan berapa lama jika dipakai di rumah?
Jika dipasang dengan benar dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung terus-menerus, kayu ulin bisa bertahan lebih dari 80 tahun. Banyak rumah panggung di Kalimantan yang dibangun tahun 1960-an masih berdiri kokoh karena menggunakan kayu ulin untuk tiang dan lantai.
Apakah kayu ulin legal untuk diperdagangkan?
Ya, kayu ulin legal jika berasal dari hutan tanaman atau hasil penebangan terkendali dengan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pastikan Anda mendapat surat jalan dan sertifikat asal kayu (SJP) dari penjual. Kayu ilegal bisa disita dan Anda bisa kena denda.
Bisakah kayu ulin diganti dengan kayu lain yang lebih murah?
Untuk bagian yang tidak terkena air atau tekanan berat, kayu jati, merbau, atau belian bisa jadi alternatif. Tapi untuk tiang, lantai, atau struktur yang sering basah, tidak ada kayu lokal yang bisa menggantikan daya tahan kayu ulin. Investasi di kayu ulin justru menghemat biaya perbaikan di masa depan.
Bagaimana cara merawat kayu ulin agar awet?
Kayu ulin tidak perlu diwarnai atau dilapis cat. Cukup bersihkan dari debu dan kotoran secara rutin. Jika terkena air asin (misalnya di rumah panggung dekat laut), bilas dengan air tawar. Hindari penggunaan minyak atau pelapis kimia berlebihan - justru bisa membuat kayu cepat rapuh. Kayu ulin alami sudah tahan, jadi biarkan ia tetap alami.
Langkah Terakhir: Jangan Terburu-buru
Harga kayu ulin memang tinggi. Tapi ini bukan belanja biasa. Ini membeli ketahanan. Satu batang kayu ulin yang Anda beli hari ini bisa menjadi fondasi rumah anak cucu Anda. Jangan tergoda harga murah yang ternyata palsu. Jangan pula tergiur oleh penjual yang tidak bisa menunjukkan sertifikat. Di Kalimantan, kayu ulin bukan sekadar bahan bangunan - ia adalah simbol ketahanan. Pilih dengan bijak, dan Anda tidak akan menyesal.
Dimas Fn
Kayu ulin emang juara, bro. Aku pernah liat dermaga di Banjarmasin yang masih kuat sejak tahun 70an, dan itu semua dari ulin. Gak perlu cat, gak perlu perawatan rumit, tinggal biarin alam yang jaga.
Investasi jangka panjang banget, apalagi buat rumah panggung di daerah rawan banjir.
Alifvia zahwa Widyasari
Ini artikelnya cukup lengkap, tapi sayangnya tidak menyebutkan bahwa kayu ulin sekarang masuk dalam CITES Appendix II. Artinya, ekspor ilegal bisa berujung pada sanksi internasional. Jangan sampai Anda, sebagai pembeli, tidak sadar bahwa Anda mendukung perdagangan ilegal hanya karena tergiur harga murah.
Hari Yustiawan
Guys, jangan cuma liat harga per batang doang. Itu kayak beli mobil cuma liat harga per ban. Kayu ulin itu investasi struktural. Bayangin kamu bangun rumah, 20 tahun lagi, dindingnya retak, atapnya bocor, tapi tiang-tiangnya masih kokoh kayak pilar candi. Itu nilai sejati.
Kelas B itu cukup buat rumah biasa, jangan sampai kamu beli kelas A terus nyesel karena gak kepake. Dan jangan percaya penjual yang bilang 'ini ulin lokal, murah banget' - kalau harganya setengah dari pasar, itu pasti belian atau kempas yang dicat.
Yang penting: minta sertifikat, minta foto proses pemotongan, dan kalau bisa, dateng langsung ke gudang. Jangan asal klik 'beli sekarang' di Tokopedia. Kayu ini bukan baju bekas, bro.
Handoko Ahmad
Ulin mah mahal? Ya emang! Tapi kalo lu beli kayu palsu trus 5 tahun udah roboh, lu bakal nangis sambil ngepel lantai pake kayu jati. 😅
Asril Amirullah
Lu yang lagi mikir bangun rumah panggung? Lu udah di jalan yang bener. Kayu ulin itu bukan barang, itu warisan. Bayangin anak cucu lu masih bisa main di teras rumah itu, 60 tahun lagi, dan mereka gak perlu ngerombak apa-apa. Itu yang namanya legacy.
Lu gak beli kayu. Lu beli ketenangan. Lu beli waktu. Lu beli ketahanan. Dan itu gak bisa dibeli sama uang biasa.
Yakinin diri lu: ini investasi paling bijak yang bisa lu lakuin tahun ini.
Isaac Suydam
Artikel ini terlalu panjang dan terlalu penuh omong kosong. Semua orang tahu kayu ulin kuat. Tapi siapa yang peduli? 90% orang di Kalimantan pake beton sekarang. Kayu ulin itu bukan solusi, itu kenangan. Dan pemerintah seharusnya larang total penebangan, bukan bikin kelas A-B-C biar bisa jual mahal. Ini semua cuma cara biar koruptor tetap kaya.
Suilein Mock
Perlu dicatat bahwa kepadatan spesifik kayu ulin sebesar 1,2 g/cm³ tidak hanya menunjukkan ketahanan terhadap degradasi biologis, tetapi juga menandakan energi potensial yang tinggi dalam proses karbonisasi. Dengan kata lain, setiap batang ulin yang dipertahankan adalah penyimpan karbon yang efisien secara termodinamika.
Dalam konteks perubahan iklim, penggunaan kayu ulin yang berkelanjutan justru merupakan bentuk mitigasi yang lebih rasional daripada penggunaan bahan sintetis berbasis minyak bumi.
Memilih kayu ulin bukanlah pilihan estetika - ini adalah bentuk etika ekologis yang termanifestasi dalam bentuk fisik.
maulana kalkud
aku dulu beli ulin di pasar tenggarong, harga 1jt per batang, ternyata kelas C tapi dijual kaya kelas A. gak ada sertifikat, gak ada surat jalan. pas di pasang, 1 tahun udah ada retak kecil. emang murah, tapi rugi banget.
sekarang aku beli dari PT Kayu Kalimantan Jaya, mahal sih, tapi gak nyesel. yang penting jangan percaya janji penjual di pinggir jalan. mereka bisa jual kamu asap.
sri charan
Kayu ulin emang mahal, tapi gak segede nyesel kalo rumahmu roboh pas hujan deres. Pilih yang asli, jangan ragu.
Dicky Agustiady
Menarik banget info soal uji berat sama serat. Aku baru tahu kalau bisa cek pake amplas. Tadi aku coba di sampel kayu di gudang temen, ternyata serbuknya merah tua - kayaknya beneran ulin. Aku jadi lebih yakin beli buat tiang rumah.
Terima kasih buat penjelasannya, ini beneran membantu.
ika lestari
Artikel ini sangat informatif dan disusun dengan sangat baik. Informasi mengenai kelas kayu dan perbedaan antara ulin asli dan palsu sangat penting bagi masyarakat awam. Semoga semakin banyak orang yang membaca dan memahami nilai sejati dari kayu ulin sebagai warisan alam yang harus dilestarikan.
NANDA SILVIANA AZHAR
Wah, aku baru tahu kalau kayu ulin bisa tahan 80 tahun! 🤯 Aku kira cuma bisa 20-30 tahun. Sekarang aku pengin banget pakai buat teras rumah. Tapi aku bingung, mana yang lebih bagus: beli langsung di Banjarmasin atau pesan online? Ada yang pernah coba?
Riyan Ferdiyanto
ngomong2, gue baru aja ngeliat video di YouTube, ada orang di Kutai Barat yang jual ulin langsung dari hutan, harga 1,5jt/batang, diameter 30cm, kelas A. langsung dikirim pake truk. gak ada biaya tambahan. cek aja channel 'Hutan Tahan Lama'.
gak usah beli di kota, langsung dari akarnya. lebih murah, lebih autentik. gue udah pesen 10 batang, nanti kalo udah dateng, gue upload foto.
nasrul .
semua orang bicara soal harga, tapi siapa yang bicara soal keadilan? Kayu ulin tumbuh selama 100 tahun, tapi orang asli Kalimantan yang hidup di sekitarnya justru tidak punya akses untuk membelinya. Ini bukan soal kayu. Ini soal kolonialisme ekologis.
Bagus Budi Santoso
Kayu ulin itu mahal ya iya tapi jangan sampai kamu beli yang palsu karena itu lebih rugi lagi dan jangan lupa untuk selalu meminta sertifikat asal kayu karena itu penting banget dan kalau kamu beli online pastikan ada video pemotongan dan jangan lupa tanya apakah biaya kirim sudah termasuk asuransi karena kayu ini berat banget dan bisa rusak di jalan
Tulis komentar